Bandara Husein Sastranegara Siap Beroperasi Kembali Agustus 2026
Kementerian Perhubungan menyetujui pengaktifan kembali Bandara Internasional Husein Sastranegara di Kota Bandung untuk melayani penerbangan komersial mulai Agustus 2026. Kepastian operasional ini diperoleh setelah pihak pengelola mengantongi Sertifikat Bandar Udara pada 23 Juli 2026.
Sertifikat tersebut mengonfirmasi kelayakan fasilitas bandara untuk melayani penerbangan pesawat jet berbadan sedang sekelas Boeing 737-800. Selain itu, fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran di lokasi tersebut telah ditingkatkan dari Kategori 5 menjadi Kategori 7.
Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia Arie Ahsanurrohim menjelaskan bahwa kelengkapan dokumen operasional dan kelaikan fasilitas di area udara telah dipenuhi secara menyeluruh.
"Terbitnya Sertifikat Bandar Udara menjadi bukti bahwa berbagai aspek kepatuhan dan kesiapan operasional telah dipenuhi sebagai bagian dari optimalisasi Bandara Husein," ujar Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia, Arie Ahsanurrohim.
Pengelola kawasan telah membenahi sarana fisik di sisi udara seperti perbaikan landas pacu, taxiway, dan apron. Di sisi lain, perbaikan infrastruktur penunjang di luar terminal meliputi pembenahan jalan, drainase, penerangan, serta penataan marka jalan.
Business Support Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Husein Sastranegara Haryo menekankan komitmen pengelola untuk segera menyelesaikan sisa perbaikan sarana sebelum jadwal pembukaan resmi.
"Insyaallah pada pertengahan Agustus Bandara Husein sudah mulai kembali beroperasi. Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar proses ini berjalan lancar," kata Business Support Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Husein Sastranegara, Haryo.
Sektor pelayanan publik juga mengalami pembaruan lewat renovasi terminal penumpang, penambahan fasilitas ruang kerja bersama, toilet, musala, hingga ruang menyusui. Komandan Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara Marsma TNI MD Imran Farurrahman memaparkan tingkat kesiapan fisik sarana penerbangan yang ada.
"Pembukaan Bandara Husein yang insya Allah menjadi bandara internasional, yang rencananya akan dibuka secara seremonial tanggal 17 Agustus," kata Komandan Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara, Marsma TNI MD Imran Farurrahman.
Kesiapan area terminal penumpang kini tercatat telah mendekati kelengkapan akhir sebelum diperiksa kembali oleh regulator penerbangan nasional.
"Sampai saat ini, baik dari terminal internasional maupun terminal domestik sudah sekitar 95 persen," ucap Komandan Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara, Marsma TNI MD Imran Farurrahman.
Pihak TNI AU bersama pengelola meyakini bahwa izin operasional resmi akan segera dikeluarkan jika pemeriksaan lanjutan oleh instansi terkait selesai dilakukan.
"Nanti mereka akan mengeluarkan surat yang resmi bahwa Bandara Husein Sastranegara sudah layak digunakan untuk penerbangan domestik, kemudian internasional regional," tutur Komandan Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara, Marsma TNI MD Imran Farurrahman.
Minat maskapai penerbangan untuk mengisi rute keberangkatan di kawasan tersebut juga terpantau mengalami peningkatan signifikan.
"Sampai sejauh ini total ada sekitar tujuh, tujuh maskapai baik reguler maupun yang internasional, kemudian kargo. Ya mudah-mudahan nanti bisa seluruhnya, apa yang mereka ajukan bisa terealisasi, disetujui oleh Kementerian Perhubungan," ucap Komandan Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara, Marsma TNI MD Imran Farurrahman.
Meskipun beberapa maskapai telah mengajukan berkas penerbangan, operasional jadwal harian awal akan dibatasi terlebih dahulu guna mempermudah penyesuaian lalu lintas udara.
"Rencana hanya baru 10 saja, 10 penerbangan untuk tahap awal," kata Komandan Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara, Marsma TNI MD Imran Farurrahman.
Dukungan atas dibukanya kembali pintu udara Kota Bandung ini turut disampaikan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.
"Pemerintah pusat bersama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sepakat untuk mengaktifkan kembali Bandara Husein untuk melayani penerbangan domestik, dan juga tadi pak gubernur menyampaikan bahwa akan segera mengirimkan surat untuk meminta Bandara Husein juga melayani penerbangan internasional yang bersifat regional," kata Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi.
Pemerintah menyetujui puluhan izin rute penerbangan domestik sembari mematangkan evaluasi kesiapan keselamatan angkutan udara secara keseluruhan.
"Kami juga ingin memastikan bahwa sebelum pengoperasian—rencananya Agustus, kalau saya tidak salah maju dari bulan September ke Agustus—itu bahwa Bandara Husein sudah betul-betul siap infrastrukturnya dalam melayani penerbangan domestik maupun regional internasional. Jadi kami harus memastikan betul karena demi keselamatan dan keamanan daripada pengguna Bandara Husein," ungkap Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pergerakan armada komersial di Bandung akan dibagi secara jelas dengan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati di Majalengka.
"Nanti biar tidak menjadi salah persepsi. Untuk kegiatan penerbangan Haji dan Umrah, tetap menggunakan Bandara Kertajati," tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Pengoperasian angkutan udara di kawasan pemukiman padat juga menuntut kepatuhan warga terhadap Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) demi menjaga keamanan penerbangan.
"Reaktivasi Bandara Husein bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun pengelola bandara, tetapi membutuhkan dukungan seluruh masyarakat. Karena itu, kami mengajak aparat kewilayahan, RT, RW, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menyosialisasikan aturan KKOP hingga ke lingkungan masing-masing," ujar Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Bandung, Bira Gumbira.
Pemkot Bandung mengimbau warga di sekitar wilayah batas bandara seperti Kecamatan Cicendo, Andir, dan Sukajadi untuk tidak menerbangkan layang-layang, menggunakan sinar laser, maupun mendirikan bangunan melebihi batas tinggi yang ditentukan.
"Ini merupakan salah satu indikator penting dalam penilaian pemerintah pusat terhadap kesiapan operasional bandara. Karena itu kami berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi aktif menjaga kawasan sekitar bandara," katanya, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Bandung, Bira Gumbira.
Penataan sistem transportasi kota ini beriringan dengan rencana Pemda Provinsi Jawa Barat yang sedang mengevaluasi armada angkutan kota tua serta mengkaji skema peremajaan angkot listrik bagi para pengemudi.
"Kita ingin sopir menjadi pemilik kendaraan. Pemerintah sedang memikirkan skema pembiayaan tanpa uang muka (DP) sehingga kesejahteraan mereka tumbuh. Jika sopir bertindak sekaligus sebagai pemilik yang mencicil dan merawat kendaraannya, mereka akan jauh lebih tertib dibandingkan jika hanya sekadar menyetor," ujar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Langkah peremajaan angkutan umum darat dan pengaktifan kembali penerbangan komersial ditargetkan mampu meningkatkan mobilitas penumpang, membuka lapangan kerja baru, serta menggairahkan sektor pariwisata Jawa Barat.
"Transportasi modern itu bukan hanya kendaraannya yang bagus, tetapi perilaku masyarakatnya juga harus berubah dan layanan kotanya ikut modern," tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.