Booker Prize 2026 Umumkan 13 Novelis dalam Daftar Panjang

Share

Booker Prize 2026 mengumumkan daftar panjang yang terdiri dari 13 novelis dari berbagai latar belakang, termasuk Elizabeth Strout dan Douglas Stuart, yang karyanya dinilai unggul dalam fiksi berbahasa Inggris. Daftar panjang ini, yang dikenal sebagai Booker Dozen, mencakup novel dengan latar seperti Mexico City, pulau terpencil di Skotlandia, klinik euthanasia di Zurich, Jamaica tahun 1980-an, Kent pasca-apokaliptik, dan pesisir Massachusetts sebelum pemilihan AS 2024. Mary Beard, ketua juri, menggambarkan karya-karya yang masuk daftar sebagai "dinamit" dan yakin bahwa ada sesuatu yang menarik bagi semua pembaca dalam daftar tersebut.

Para juri menerima total 163 pengajuan untuk penghargaan tahun ini sebelum memilih 13 finalis. Setiap juri membaca seluruh buku yang diajukan. Beard mengatakan bahwa proses ini memberinya kesenangan sekaligus pelajaran tentang kekuatan fiksi.

Elizabeth Strout kembali masuk daftar panjang dengan novel "The Things We Never Say" yang mengisahkan guru sejarah di Massachusetts yang menghadapi isolasi dan kecemasan sosial pasca pandemi sembari menghadapi pemilihan AS 2024. Douglas Stuart, pemenang Booker sebelumnya, masuk dengan "John of John" yang bercerita tentang seorang pria muda gay yang kembali ke keluarganya yang religius di sebuah pulau terpencil di Skotlandia.

Marlon James, pemenang Booker juga, hadir dengan novel "The Disappearers" yang mengangkat kisah delapan pria gay yang menjadi korban kekerasan di Kingston, Jamaica, pada tahun 1980-an. Novel terpanjang dalam daftar adalah karya James, sementara novel terpendek adalah "Helen of Nowhere" karya Makenna Goodman yang mengikuti seorang profesor yang sedang menghadapi kejatuhan kariernya.

Rebecca Perry, pemenang Waterstones Debut Fiction Prize, masuk dengan "May We Feed the King" yang menceritakan kurator bangunan bersejarah yang menyelidiki kehidupan seorang raja abad pertengahan yang hampir terlupakan. Beberapa penulis lain dalam daftar panjang adalah debutan, termasuk Kenan Orhan dengan "The Renovation" tentang psikolog yang merawat ayahnya yang demensia, dan Djamel White dengan "All Them Dogs" yang bercerita tentang seorang pria yang kembali ke Dublin setelah lari selama lima tahun. Penulis tertua yang masuk daftar adalah M John Harrison, 81 tahun, dengan novel pasca-apokaliptik "The End of Everything" yang berlatar di sebuah kota pesisir di Kent.

Emma Cline masuk dengan "Switzy" yang mengisahkan perjalanan seorang eksekutif kaya yang menuju klinik euthanasia di Zurich, sementara Chloe Aridjis dengan "The Shadow of the Object" menghadirkan kisah persahabatan yang mengubah hidup di sebuah rumah sakit di Mexico City.

Gwendoline Riley membawa "The Palm House" yang mengikuti persahabatan lama antara seorang freelancer dan editor majalah senior di London, dan Missouri Williams dengan "The Vivisectors" yang bercerita tentang mahasiswa pascasarjana di kota universitas yang ditumbuhi tanaman liar. Luke Kennard menulis "Black Bag" tentang seorang aktor pengangguran yang dibayar untuk duduk diam dalam tas kulit hitam besar dalam sebuah eksperimen psikologi di universitas.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author