Super El Nino Ancam Memicu Rekor Suhu Terpanas Global
Fenomena El Nino yang berkembang di Samudra Pasifik diproyeksikan menjadi salah satu yang terbesar dalam kurun 150 tahun terakhir. Kondisi tersebut berpotensi mendorong suhu global mencapai rekor tertinggi baru pada 2027.
Peristiwa ini dilansir dari Detik iNET diperkirakan memicu lonjakan suhu Bumi sekaligus memicu fenomena cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia.
Secara teknis, El Nino terjadi akibat pemanasan suhu permukaan laut di area tengah dan timur Samudra Pasifik tropis. Lonjakan suhu ini mengubah pola sirkulasi atmosfer secara global.
Dampak perubahan sirkulasi tersebut memicu ancaman ganda bagi banyak kawasan. Sebagian wilayah berisiko mengalami kemarau panjang serta suhu ekstrem, sementara wilayah lainnya berpotensi diterjang banjir akibat curah hujan tinggi.
Kekuatan fenomena kali ini diprediksi melampaui rekor El Nino dahsyat yang pernah terjadi pada periode 1997-1998 lalu. Pada masa itu, bencana kekeringan parah, kegagalan panen, serta kebakaran hutan hebat meluas di berbagai negara.
"Menurut proyeksi dari serangkaian model iklim, puncak El Niño kali ini diperkirakan akan melampaui pemegang rekor sebelumnya dengan 'selisih yang benar-benar mencengangkan'," kata Zeke Hausfather, seorang ilmuwan iklim di Berkeley Earth, sebuah organisasi penelitian nirlaba di California, Amerika Serikat yang menyelenggarakan pengarahan tersebut, dikutip dari Nature.
Pelepasan panas dalam jumlah sangat besar dari Pasifik ke atmosfer dipastikan memperburuk krisis iklim. Efek ini berakumulasi langsung dengan pemanasan global akibat emisi gas rumah kaca yang belum terkendali.
Kombinasi antara panas alami El Nino dan aktivitas manusia berisiko besar melahirkan gelombang panas, kebakaran hutan, hingga cuaca ekstrem yang makin kerap terjadi. Kendati demikian, ketidakpastian proyeksi masih ada sehingga pemantauan atmosfer terus dilakukan.