Mensesneg Jelaskan Pengibaran Baliho Presiden Prabowo pada HUT Ke 81 RI

Share

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pengibaran baliho bergambar Presiden Prabowo Subianto di udara saat peringatan HUT ke-81 RI di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8/2026), merupakan ucapan terima kasih dan kebanggaan TNI atas penguatan alutsista.

Prasetyo menyampaikan apresiasi atas modernisasi persenjataan militer yang telah dirintis sejak Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada periode 2019–2024.

"Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih juga ya karena kan di masa Pak Prabowo inilah, meskipun juga sudah dirintis sejak zaman beliau menjadi Menhan, kita benar-benar memperkuat alutsista kita," ucap Pras usai rapat di kompleks parlemen, Selasa (18/8).

Pemerintah menilai aksi manuver udara yang ditunjukkan oleh para prajurit militer memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi sekaligus menjadi dorongan motivasi bagi pertahanan nasional.

"Itu lho yang menurut saya, menurut kami itu jauh lebih penting karena itu bukan sesuatu yang mudah," katanya.

Sorotan publik juga tertuju pada apresiasi atas kehadiran armada tempur udara baru yang dikemudikan oleh penerbang terbaik tanah air dalam demonstrasi udara tersebut.

"Kemarin-kemarin kan saudara lihat kita di dalam demo udara itu beberapa pesawat Rafale sudah mulai datang dan tidak sekedar Rafale itu, menerbangkan pesawat tempur Rafale dan itu empat-empatnya adalah putra-putra terbaik bangsa Indonesia. Itu lho yang menurut saya, menurut kami itu jauh lebih penting karena itu bukan sesuatu yang mudah," ujarnya.

Pemanfaatan armada militer canggih juga dikaitkan dengan letak geografis Indonesia yang berada di wilayah rawan bencana alam.

"Dalam waktu yang singkat kita bisa mengirimkan logistik gitu yang sudah kita pakai mulai dari bencana di Sumatra maupun kemarin di NTT," katanya.

Selain pesawat tempur, kesiapan armada angkut taktis turut diperhitungkan dalam mendukung operasi kemanusiaan di berbagai daerah.

"Termasuk A400 yang kemudian dalam situasi kita, negara kita yang ring of fire ini yang sering terjadi bencana yang tidak kita duga itu juga terbukti manfaatnya gitu. Dalam waktu yang singkat kita bisa mengirimkan logistik gitu yang sudah kita pakai mulai dari bencana di Sumatera maupun kemarin di NTT," tuturnya.

Penjelasan Istana merespons pengibaran baliho Presiden yang dilakukan melalui atraksi terjun payung Victory Jump dari ketinggian 10 ribu kaki oleh 17 prajurit Korps Komando Pasukan Khusus TNI AD bersama Polri mengendarai pesawat CN-295.

Koordinator Terjun Payung Brigjen TNI I Gede Putra Yasa menjelaskan bahwa penggunaan 17 personel penerjun mewakili tanggal bersejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

"Ada 17 penerjun yang melaksanaan penerjunan. Kemudian, 17 ini ya maknanya, kita dalam memperkenalkan hari HUT RI ke-81, memaknai tanggal daripada proklamasi itu sendiri, tanggal 17," ujar Brigjen TNI I Gede Putra Yasa.

Rangkaian demonstrasi udara tersebut juga menampilkan formasi giant flag yang melibatkan delapan helikopter gabungan TNI dan Polri dengan membentangkan Bendera Merah Putih di atas kawasan Istana Merdeka.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author