Stoke City Atasi Drama Penerbangan Sebelum Tekuk Everton

Share

Manajer Stoke City Mark Robins memuji karakter dan kualitas anak asuhnya usai mengalahkan Everton dalam laga persahabatan pra-musim di bet365 Stadium, Selasa malam. Kemenangan tersebut diraih setelah skuad sempat tertahan selama 16 jam di bandara Austria akibat insiden burung yang merusak sayap pesawat mereka.

Insiden penerbangan tersebut memaksa Robins merombak rencana tim yang baru kembali dari pemusatan latihan di Wina. Dalam pertandingan melawan Everton, Stoke membagi kekuatan dengan menurunkan dua tim berbeda di masing-masing babak.

Stoke sempat mengancam lewat tembakan Tomas Rigo yang mengenai mistar gawang serta peluang satu lawan satu Sam Gallagher yang berhasil digagalkan. Kebuntuan akhirnya pecah menjelang jam pertama pertandingan lewat gol tendangan jarak jauh gelandang muda Gabriel Kelly pada menit ke-60.

"Ini adalah latihan yang bagus di kedua babak. Rencana berubah setelah kami kembali dari tempat yang terasa seperti 'Mongolia Luar'. Itu sangat menyita tenaga, jujur saja. Menampilkan performa seperti itu sungguh luar biasa, bukti dari karakter dan keinginan serta tidak terlepas dari kualitas," kata Mark Robins, Manajer Stoke City.

Perubahan komposisi pemain di babak kedua memberi kesempatan kepada deretan pemain muda Stoke untuk tampil menekan. Selain Kelly yang mencetak gol penentu, pemain muda lainnya seperti Ruben Curley dan Favour Fawunmi juga mencatatkan penampilan impresif.

"Di babak kedua bersama para pemain muda ada banyak sekali energi dan juga kualitas yang bagus. Selesaian yang sangat baik dari Gab, saya sangat senang untuknya. Kami menciptakan peluang-peluang bagus yang mungkin bisa kami tuntaskan.

Smudger (Milan Smit) mendapat peluang bagus yang melayang untuknya. Dia menembaknya dengan sangat baik, percaya diri dan itu hal positif – para pemain tampil percaya diri dan mencoba mengambil kesempatan mereka," kata Robins.

Meski menguasai jalannya laga, lini pertahanan Stoke sempat mendapat ancaman dari skema serangan balik cepat Everton, terutama yang berawal dari situasi bola mati.

"Merek tidak punya terlalu banyak peluang. Mereka melakukan serangan balik, sebenarnya dari skema bola mati kami terlihat sedikit rentan jadi kami harus membenahi itu," ujar Robins.

Skenario menurunkan dua susunan pemain berbeda dalam dua babak ini mengulang pola yang diterapkan Stoke saat menghadapi Sheffield Wednesday pada Sabtu sebelumnya.

"Di babak pertama mereka terkadang menyulitkan, tetapi setelah 48 jam yang kami lewati, saya pikir ini adalah latihan yang sangat bagus. Kami harus bermain 45 menit setelah semua kejadian itu tetapi hasilnya bagus," tutur Robins.

Penampilan para pemain muda yang dipromosikan dari tim akademi dinilai mampu menjalankan skema permainan dengan baik saat berhadapan dengan klub dari divisi teratas.

"Mereka berlatih bersama kami sehingga mereka tahu apa yang kami lakukan – tetapi meski begitu, para pemain muda tetap menjalankan tugas dan mereka berdiri tangguh melawan tim yang sangat bagus, terlepas siapa yang mereka miliki dan siapa yang tidak. Mereka tim yang sangat bagus, dilatih dengan sangat baik. Laga persahabatan pra-musim atau bukan, ini latihan yang sangat bagus.

Kami berterima kasih kepada mereka karena telah datang dan memberi kami latihan yang bagus. Semoga kami juga melakukan hal yang sama untuk mereka," kata Robins.

Rangkaian persiapan pra-musim Stoke City akan ditutup pada Sabtu mendatang melalui pertandingan kandang melawan klub asal Spanyol, Valencia.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Everton Sepak Bola Stoke City
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author