Alexandra Eala Tumbangkan Zheng Qinwen di Washington Open 2026
Petenis muda Filipina Alexandra Eala berhasil bangkit dari kekalahan set pertama untuk menundukkan peraih medali emas Olimpiade Paris asal Tiongkok, Zheng Qinwen, di babak 32 besar turnamen Mubadala DC Open pada Selasa, 28 Juli 2026 di Washington, Amerika Serikat.
Petenis peringkat 28 dunia tersebut merebut kemenangan tiga set dengan skor akhir 4-6, 6-4, dan 6-1. Hasil ini sekaligus menyamakan rekor pertemuan kedua pemain menjadi 1-1 setelah sebelumnya Zheng memenangi pertarungan di Asian Games 2023.
Eala sempat tertinggal di set pertama setelah servisnya dipatahkan dua kali oleh Zheng. Memasuki set kedua, pemain berusia 21 tahun itu mampu membalikkan keadaan dengan mengamankan set poin usai mematahkan servis Zheng di game kesepuluh, sebelum akhirnya mendominasi set penentu dengan unggul cepat 4-0.
Kemenangan ini membawa Eala melangkah ke babak 16 besar untuk menghadapi petenis Kanada Leylah Fernandez, yang melaju usai mengalahkan Magda Linette dua set langsung pada Senin.
Sebelum berlaga di sektor tunggal, Eala mengambil keputusan untuk mundur dari sektor ganda bersama petenis veteran Venus Williams demi menjaga kondisi fisiknya.
"Saya sangat menghormati Venus. Saya sangat bersyukur atas setiap kesempatan yang saya miliki untuk berada di dekatnya, belajar darinya, dan berlatih bersamanya. Namun saya rasa ini adalah minggu pertama saya kembali bertanding, dan saya pikir Venus adalah seseorang yang pantas mendapatkan pasangan yang mampu memberikan segalanya secara fisik, emosional, dan mental saat berada di lapangan bersamanya," kata Alexandra Eala, petenis putri Filipina.
Keputusannya untuk fokus pada nomor tunggal diambil karena merasa belum mampu tampil maksimal di dua nomor sekaligus setelah menjalani jadwal pertandingan yang padat dalam beberapa bulan terakhir.
"Saya pikir saat ini saya hanya bisa melakukan hal itu untuk nomor tunggal. Saya belum memiliki kapasitas untuk membaginya di nomor tunggal dan ganda. Saya sangat bersyukur atas kesempatan yang saya dapatkan, dan berharap kita bisa melihat lebih banyak lagi di masa depan," ujar Eala.
Keputusan tersebut disambut baik oleh Williams yang kemudian berpasangan dengan petenis peringkat 18 dunia Diana Shnaider di Washington.
"Kami bersenang-senang saat bermain di Bad Homburg, jadi kami berharap bisa bermain bersama lagi. Sayangnya kali ini tidak berhasil," kata Venus Williams, petenis putri Amerika Serikat.
Williams juga menyampaikan harapannya untuk dapat kembali bekerja sama di turnamen mendatang.
"Saya sangat senang jika ada kesempatan di masa depan. Kita lihat saja apa yang akan terjadi," tutur Williams.
Kehadiran Eala di Washington mendapat antusiasme besar dari para penggemar. Ketua Turnamen Mark Ein mengonfirmasi tinggi tingginya permintaan tiket dari masyarakat yang ingin menyaksikan penampilannya.
"Saya akan mengatakan, selama sebulan terakhir tim tiket menyatakan setidaknya 80 persen, jika tidak lebih, dari permintaan di turnamen ini adalah tentang kapan Alex Eala bermain?" kata Mark Ein, Ketua Turnamen Washington Open.
Ein menambahkan bahwa kepopuleran Eala memberikan dampak positif bagi penyelenggaraan turnamen tahun ini.
"Jujur saja, saya pikir jumlahnya lebih banyak, dan mereka hanya tidak ingin mengatakan itu lebih, tetapi hampir semuanya. Ini bukan pembesaran. Itulah yang sebenarnya mereka katakan kepada saya," ujar Ein.
Ia menilai sosok Eala telah menjadi daya tarik global bagi para pecinta tenis di seluruh dunia.
"Ketika Anda melihat para pemain luar biasa di sini dan betapa banyaknya bintang besar yang ada, hal itu menunjukkan sesuatu tentang pengikut Alex. Jelas dia telah menjadi ikon di Filipina, tetapi juga di seluruh dunia. Jadi jelas ada warga Filipina di mana-mana. Memilikinya di sini sejujurnya adalah salah satu hal yang sangat hebat yang telah terjadi tahun ini," kata Ein.