Indosat Raih Laba Bersih Rp3,2 Triliun pada Semester I 2026
PT Indosat Tbk atau Indosat Ooredoo Hutchison membukukan pendapatan sebesar Rp30,7 triliun atau tumbuh 13,1 persen secara tahunan pada semester I 2026. Capaian ini didorong oleh percepatan transformasi bisnis berbasis kecerdasan buatan dan perluasan konektivitas jaringan.
Perusahaan telekomunikasi ini juga mencatatkan kenaikan laba bersih yang dinormalisasi hingga 49,2 persen menjadi Rp3,2 triliun. Sementara itu, EBITDA meningkat 14 persen menjadi Rp14,6 triliun dengan margin mencapai 47,6 persen.
Sektor seluler menjadi penopang utama pendapatan dengan porsi 83,3 persen, diikuti segmen multimedia, komunikasi data, dan internet sebesar 15,3 persen. Pertumbuhan trafik data nasional tercatat naik 19,9 persen dengan rata-rata pendapatan per pengguna mencapai Rp46 ribu dari total 93,4 juta pelanggan.
"Pertumbuhan yang kami capai menjadi bukti kuat bahwa strategi kami berjalan baik sekaligus mencerminkan momentum positif dari perjalanan transformasi kami," kata Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison.
Vikram menjelaskan bahwa perseroan akan terus memperkuat kapabilitas kecerdasan buatan sebagai mesin pertumbuhan masa depan sekaligus mendukung ekosistem digital nasional.
"Momentum keuangan dan operasional yang kuat menjadi bukti bahwa arah kami tepat. Pendapatan tumbuh mendekati 13 persen, EBITDA naik 14 persen year-on-year, dan laba bersih meningkat hampir 50 persen," kata Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison.
Ia menambahkan bahwa kemitraan strategi pemisahan aset fiber bernilai Rp11,7 triliun akan menopang investasi pada jaringan 5G.
"Kemitraan ini akan memperkuat bisnis fiber-to-site dan mendukung investasi besar kami di platform 5G," kata Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison.
Di samping itu, lini bisnis Neo Cloud juga menyumbang pendapatan sebesar 33 juta dolar AS sepanjang paruh pertama tahun ini.
"Neo Cloud akan menjadi fondasi penting bagi Indosat dalam membangun ekosistem digital," kata Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison.
Manajemen mencatat perseroan mengalokasikan belanja modal Rp10 triliun untuk pengembangan jaringan, termasuk pemanfaatan spektrum baru.
"Fokus kami adalah mempercepat pembangunan infrastruktur digital, memperkuat identitas digital, dan menghadirkan layanan berbasis AI yang relevan bagi masyarakat," kata Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison.
Vikram menegaskan keberhasilan perusahaan dalam menjaga kinerja keuangan yang solid secara keseluruhan.
"AI North Star kami mendorong pertumbuhan nilai jangka panjang dengan mentransformasi Indosat dari penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI. Pertumbuhan double digit ini membuktikan strategi kami berada di jalur yang tepat sekaligus memperkuat langkah menuju fase transformasi berikutnya," kata Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison.
Dari sisi keuangan, perseroan berhasil memangkas rasio utang bersih terhadap EBITDA menjadi 0,1 kali, meski beban usaha naik menjadi Rp22,9 triliun akibat peningkatan biaya operasional dan penyusutan.
"Hal ini menunjukkan pertumbuhan yang sehat dengan profitabilitas dan posisi keuangan yang semakin kuat," kata Muhammad Buldansyah, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison.
Ekspansi infrastruktur juga diperkuat dengan tambahan spektrum frekuensi sebesar 80 MHz pada pita 700 MHz dan 2,6 GHz.
"Spektrum ini akan memperkuat cakupan dan kapasitas jaringan 5G, sekaligus membuka peluang pertumbuhan layanan Fixed Wireless Access (FWA) dan monetisasi layanan digital lainnya," kata Reski Damayanti, Director & Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison.
Reski menambahkan bahwa perusahaan telah mengimplementasikan registrasi biometrik pelanggan mulai Juli 2026 untuk meningkatkan keamanan.
"Dengan biometrik, nomor pelanggan terhubung langsung dengan identitas wajah pemiliknya. Ini akan menekan potensi fraud, mengurangi churn, dan memperkuat loyalitas pelanggan," kata Reski Damayanti, Director & Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison.
Ia menyebutkan perusahaan juga berfokus pada pilar keberlanjutan dan pelatihan talenta digital berbasis AI.
"Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan keberlanjutan dan kontribusi nyata bagi masyarakat," kata Reski Damayanti, Director & Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison.
Pada tingkat regional, Jawa Timur menyumbang lebih dari 14 juta pelanggan dengan peningkatan pemanfaatan data 9,6 persen melalui program Desa Terkoneksi.
"Program desa terkoneksi menjadi salah satu pendorong peningkatan pemanfaatan layanan data di Jawa Timur yang tumbuh 9,6 persen secara tahunan dengan menjangkau 230 desa," kata Fahd Yudhanegoro, Executive Vice President Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison.
Wilayah Jawa Tengah dan DIY menjadi basis pelanggan terbesar nasional yang didukung hampir 28.000 BTS 4G dan 830 BTS 5G, sementara Sumatera Utara mencatat pertumbuhan trafik data tertinggi di Sumatra sebesar 36,3 persen.