Prabowo Instruksikan BRIN Perkuat Teknologi Ketahanan Air Nasional
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat teknologi ketahanan air nasional di Istana, Jakarta, Selasa (27/7/2026). Langkah ini diambil guna mengantisipasi ancaman kekeringan akibat dampak fenomena El Nino di berbagai daerah, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Penguatan riset tersebut mencakup pengenalan 13 teknologi air yang terbagi ke dalam empat kategori utama. Dalam rapat terbatas mengenai cuaca ekstrem tersebut, BRIN memaparkan sejumlah pemanfaatan teknologi terkini, mulai dari penggunaan drone untuk modifikasi cuaca dengan material Dumikron NaCl hingga pengolahan air marjinal seperti biofiltrasi dan desalinasi air laut.
Selain itu, pengembagan difokuskan pada eksplorasi sungai bawah tanah berbasis teknologi isotop serta radar penetrasi tanah. Pemetaan tersebut disempurnakan dengan teknik pemanfaatan air tanah tawar yang mengalir ke laut melalui akuifer di wilayah pesisir.
"Kedua, teknologi air marjinal, antara lain melalui teknologi biofiltrasi untuk air payau, air gambut, air limbah dan air laut. Termasuk teknologi desalinasi air laut," ujar Kepala BRIN Arif Satria.
Instruksi Presiden secara khusus menyoroti efisiensi teknologi desalinasi serta pemetaan sumber air di darat maupun kawasan pesisir.
"Keempat, teknologi Fresh submarine ground water discharge, pemanfaatan air tanah tawar yang mengalir ke laur melalui akuifer pesisir," ujar Arif Satria.
Di samping itu, penanganan kekeringan ini juga mendorong pemanfaatan teknologi eksplorasi sungai di bawah tanah secara intensif.
"Bapak Presiden meminta BRIN untuk memperkuat teknologi desalinasi air laut, serta teknologi tipe 3 dan 4, yakni eksplorasi sungai bawah tanah baik di darat maupun di wilayah pesisir," ujar Arif Satria.
Sebagai tindak lanjut atas arahan tersebut, BRIN langsung menjalin kerja sama dengan kementerian terkait guna merealisasikan program di lapangan.
"Saat ini BRIN dengan Kementerian PU sdh berkoordinasi untuk percepatan langkah aksi di sejumlah titik," ujar Arif Satria.