Saham CXMT Meroket 466 Persen Saat Debut Perdana di Pasar Bursa China

Share

Produsen memori asal China, ChangXin Memory Technologies (CXMT), resmi mencatatkan debut luar biasa di pasar saham hingga melampaui ekspektasi awal. Perusahaan ini kini menjelma sebagai entitas paling berharga di Negeri Tirai Bambu tersebut. Seperti dilansir dari Detik iNET, harga saham perusahaan pada penawaran umum perdana (IPO) ditutup melonjak tajam ke tingkat 49,00 Yuan.

Padahal, nilainya awal dipatok sebesar 8,66 Yuan. Kenaikan harga ini mencatatkan rekor lonjakan fantastis hingga hampir 466 persen hanya pada hari pertama perdagangannya. Keuntungan besar ini diraih seiring dengan pesatnya perkembangan tren teknologi kecerdasan buatan (AI) global.

CXMT saat ini menempati posisi keempat sebagai pemain utama pasar memori dunia dengan pangsa pasar mencapai 8 persen. Posisinya berada tepat di bawah Samsung dengan 36 persen, SK Hynix 29 persen, dan Micron 24 persen.

Hari pertama perdagangan ditutup dengan raihan kapitalisasi pasar sekitar 3,65 triliun Yuan atau setara USD 540 miliar. Pencapaian ini dicatat majalah Fortune sebagai rekor IPO terbesar kedua di daratan China sepanjang sejarah, di bawah Agricultural Bank of China pada 2010. Sentimen positif investor terhadap masa depan perusahaan dinilai sangat kuat. Kepala Ekonom First Seafront Fund Management, Larry Yang, memberikan pandangannya terkait fenomena ini.

"Performa gemilang CXMT di hari pertama perdagangan mencerminkan sentimen investor yang sangat positif terhadap masa depan perusahaan," kata Larry Yang.

Langkah Ekspansi dan Potensi Kerja Sama Apple

Suntikan modal dari lantai bursa memberi CXMT kapasitas lebih besar untuk memperluas produksi sekaligus mendongkrak pengaruh globalnya. Kehadiran produsen perangkat keras lokal yang kuat memberikan keuntungan strategis bagi China dalam persaingan adopsi AI melawan Amerika Serikat.

Didirikan sejak 2016, CXMT terus berkembang pesat dari momentum peningkatan pembelian PC saat pandemi hingga booming teknologi AI. Di sisi lain, lonjakan pasar ini beriringan dengan tantangan krisis pasokan memori yang diperkirakan puncaknya terjadi pada 2027 dan berlanjut hingga 2030.

Di tengah kondisi tersebut, langkah ekspansi CXMT kian terbuka lebar. Laporan terbaru menyebutkan raksasa teknologi Apple tengah menguji chip DRAM buatan CXMT untuk digunakan pada deretan produk masa depan mereka.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: AI Chip Memori CXMT IPO pasar saham
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author