Aris Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Perzinaan Istri
Seorang pria bernama Aris mendatangi Polda Metro Jaya pada Selasa, 28 Juli 2026, untuk menjalani pemeriksaan klarifikasi terkait laporan dugaan perzinaan. Dilansir dari Detik Hot, laporan tersebut menargetkan istrinya, EF, dan seorang pria berinisial M yang diduga merupakan suami artis ternama.
Laporan polisi ini sebelumnya telah resmi terdaftar sejak 22 Juli lalu dengan menerapkan Pasal 411 dan Pasal 412 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Kedatangan Aris bertujuan menyampaikan kronologi dugaan perselingkuhan secara langsung kepada penyidik.
"Hari ini saya melaporkan istri sah saya, Endah Fitrianingsih, beserta seorang laki-laki bernama Malik. Untuk selanjutnya saya serahkan kepada pengacara saya," kata Aris di Polda Metro Jaya, Selasa (28/7/2026).
Dugaan keterlibatan pria berinisial M yang merupakan suami artis sempat meramaikan perbincangan di media sosial. Meski demikian, pihak kuasa hukum pelapor memilih untuk menutup rapat identitas pasti dari istri terlapor demi menjaga privasi.
"Apakah klien saya mengetahui ini artis siapa, apa suaminya dari seorang artis pun, saya rasa saya (akan) menjaga privasi ya," ujar Riphat Senikentara, Kuasa Hukum Aris.
Untuk memperkuat bukti-bukti dugaan perzinaan dan kohabitasi, pihak pelapor menyerahkan sejumlah rekaman CCTV apartemen lokasi kejadian kepada tim penyidik. Rekaman tersebut menampilkan rentetan aktivitas para terlapor di area lobi hingga dalam unit apartemen.
"Salah satu alat buktinya ada CCTV. Ada CCTV di lobi apartemen, ada CCTV di dalam unit apartemennya. Bukti-bukti yang kami rasa sudah cukup, kami ajukan. Saksi-saksi pun juga yang dapat memberikan keterangan sudah kami sampaikan," beber Riphat Senikentara.
Kasus ini menjadi ujian berat bagi Aris lantaran ikatan pernikahan yang dijalani bersama sang istri sudah berlangsung selama dua dekade.
"Pernikahannya dari 2004, sudah lama. Anak tertuanya pun sudah berumur 21 tahun. Sampai sekarang juga masih suami dan istri. Pernikahannya masih sah sehingga laporan ini menjadi relevan," pungkasnya.