Kesenjangan Peluang Kerja Lulusan Baru di Singapura Masih Terjadi
Kondisi pasar kerja bagi lulusan baru di Singapura menunjukkan ketimpangan yang signifikan antar sektor industri, dilansir dari Detikcom. Sebagian pencari kerja harus melayangkan ratusan berkas lamaran, sementara lulusan dari bidang tertentu mendapatkan penawaran dengan cepat.
Pengalaman Ho, seorang lulusan berpredikat terbaik berusia 25 tahun, menjadi salah satu gambaran sulitnya menembus sektor keuangan. Meski telah menyelesaikan empat kali program magang, mengikuti sepuluh bursa kerja, dan mengirim 300 lamaran, ia belum berhasil mendapatkan pekerjaan penuh waktu.
Kondisi bertolak belakang dialami Ong, lulusan jurusan farmasi berusia 24 tahun. Saat mengikuti pelatihan pra-registrasi pada April 2026, ia langsung menerima tawaran pekerjaan dari seluruh rumah sakit yang dilamar melalui bursa kerja di kampusnya.
Data Kementerian Tenaga Kerja Singapura atau Ministry of Manpower (MOM) mencatat jumlah lulusan baru mencapai 25 ribu hingga 30 ribu orang per tahun. Sementara itu, ketersediaan lowongan kerja tingkat pemula relatif stabil di angka lebih dari 32 ribu posisi.
MOM menemukan bahwa ketidakseimbangan ini terjadi karena ketersediaan lowongan kerja di sektor tertentu tidak sebanding dengan jumlah lulusan yang sesuai. Sektor kesehatan dan layanan sosial membuka peluang yang jauh lebih besar dibandingkan sektor keuangan.
Bidang administrasi publik, pendidikan, serta kesehatan dan layanan sosial menjadi sektor yang paling terbuka bagi lulusan baru tanpa pengalaman. Selain itu, lebih dari 40 persen lowongan di bidang manufaktur, konstruksi, transportasi, hingga jasa makanan juga siap menampung pelamar pemula.
Sebaliknya, industri yang menjadi favorit lulusan baru seperti sektor keuangan, asuransi, serta informasi dan komunikasi menawarkan jumlah lowongan tingkat pemula yang jauh lebih terbatas. Padahal, bidang-bidang tersebut diminati karena menawarkan gaji awal yang tinggi serta prospek karier yang kuat.
Berdasarkan data resmi MOM, berikut adalah rincian jumlah lowongan kerja yang terbuka untuk lulusan baru di berbagai industri Singapura:
| Sektor Industri | Jumlah Lowongan |
|---|---|
| Administrasi publik dan pendidikan | 5.400 |
| Konstruksi | 4.900 |
| Manufaktur | 4.000 |
| Kesehatan dan pelayanan sosial | 3.000 |
| Layanan profesional | 2.600 |
| Layanan transportasi | 2.400 |
| Layanan administrasi | 1.800 |
| Layanan makanan dan minuman | 1.800 |
| Keuangan dan asuransi | 1.700 |
| Informasi dan komunikasi | 1.200 |
| Perdagangan grosir | 1.200 |
| Perdagangan ritel | 800 |
| Agen real estate | 600 |
| Akomodasi | 400 |
| Seni, entertainment, dan hiburan | 200 |
Mengenai situasi ini, Kepala Eksekutif perusahaan konsultan tenaga kerja Elitez Group, Derrick Teo, memberikan penjelasannya mengenai kondisi penyerapan tenaga kerja saat ini.
"Masalahnya bukan karena tidak ada pekerjaan. Masalahnya adalah ada ketidaksesuaian antara tempat lulusan ingin bekerja, pemberi kerja, dan keterampilan yang diharapkan pemberi kerja dari lulusan baru," kata Derrick Teo.