Azerbaijan Melarang Operasional Televisi Sahar dan Kantor Berita Mehr

Share

Badan Pengembang Media Azerbaijan (MEDIA) melarang seluruh aktivitas operasional saluran televisi Sahar dan kantor berita Mehr asal Iran di wilayahnya pada Senin, 27 Juli 2026. Langkah tegas ini diambil sebagai tindakan balasan atas keputusan Kementerian Intelijen Iran yang memasukkan saluran televisi pemerintah Azerbaijan, AzTV, ke dalam daftar organisasi media musuh.

Otoritas Azerbaijan menilai keberadaan kedua media asal Tehran tersebut telah mengancam kepentingan nasional. Selain itu, kegiatan mereka dianggap menyebarkan propaganda yang merusak kedaulatan, ketertiban konstitusional, integritas wilayah, serta keamanan nasional Republik Azerbaijan.

Sesuai dengan Pasal 11.4 Undang-Undang tentang Media, Azerbaijan menerapkan prinsip resiprositas atau kesetaraan tindakan. Regulasi tersebut menegaskan bahwa pembatasan khusus terhadap jurnalis Azerbaijan di luar negeri memberikan hak bagi pemerintah untuk membalas dengan pembatasan serupa terhadap jurnalis dari negara bersangkutan.

"Dengan mempertimbangkan persyaratan perundang-undangan yang relevan dan prinsip resiprositas, kegiatan entitas media yang beroperasi melawan kepentingan nasional Republik Azerbaijan, serta melakukan propaganda melawan kedaulatan, ketertiban konstitusional, integritas wilayah, dan keamanan nasional negara—khususnya saluran televisi 'Sahar' dan kantor berita 'Mehr', bersama dengan perwakilan mereka—dianggap ilegal di wilayah Republik Azerbaijan," demikian pernyataan resmi dari Badan Pengembang Media Azerbaijan.

Pemerintah Azerbaijan juga mengimbau seluruh organisasi media dan jurnalis yang beroperasi di wilayahnya untuk menghentikan segala bentuk kerja sama dengan kedua entitas media Iran tersebut. MEDIA menekankan bahwa kerja sama media internasional harus didasarkan pada rasa saling menghormati dan independensi profesional.

Sementara itu, Direktur Utama Azerbaijan Television, Rovshan Mammadov, menegaskan bahwa AzTV selalu mematuhi standar jurnalistik yang objektif dalam menjalankan fungsinya. Ia menduga langkah Iran memasukkan AzTV ke daftar hitam dipicu oleh liputan berbasis fakta yang membantah disinformasi media Iran selama Perang Patriotik 44 Hari.

"AzTV akan terus merespons serangan informasi apa pun terhadap negara, tanpa memandang dari mana asalnya," tegas Rovshan Mammadov, Kepala Azerbaijan Television.

Hingga saat ini, Kementerian Intelijen Iran maupun perwakilan dari media terkait di Tehran belum memberikan konfirmasi atau komentar resmi mengenai penetapan AzTV ke dalam daftar media musuh tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author