Uang Saku Peserta Magang Nasional Naik Tahun Depan
Besaran uang saku bagi peserta program Magang Nasional dipastikan bakal mengalami kenaikan pada tahun depan menyesuaikan penyesuaian upah minimum di setiap daerah. Kepastian tersebut disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat membuka Pameran Job Fair AI Career Boost Today 2026 di Kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (28/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Skema pembayaran uang saku peserta saat ini ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah selama masa program enam bulan. Untuk wilayah Jakarta, peserta menerima bantuan dana sebesar Rp 5,7 juta per bulan, sementara daerah Bekasi dan Karawang mencapai sekitar Rp 5,9 juta per bulan.
"Jadi kalau magangnya di Jakarta uang sakunya Rp 5,7 juta sekarang, dikali 6 bulan. Mungkin tahun depan naik lagi karena setara dengan upah minimum. Di Bekasi, di Karawang itu Rp 5,9 juta. Pemerintah yang membayar full ditransfer langsung ke rekening," jelas Yassierli.
Pemerintah mencatat adanya penambahan kuota peserta program tahun ini menjadi 150 ribu orang, meningkat dibanding alokasi tahun 2025 yang berjumlah 100 ribu peserta. Data Kemnaker menunjukkan sekitar 30 persen alumni program tahun lalu berhasil diserap langsung sebagai pegawai tetap di perusahaan tempat mereka menimba pengalaman.
Guna menjaga mutu pelaksanaan program, kementerian memberlakukan proses verifikasi ketat terhadap setiap posisi yang ditawarkan oleh pihak swasta agar selaras dengan latar belakang pendidikan peserta.
"Tapi kita buka sistemnya akuntabel, transparan. Perusahaan mengunggah dulu lowongan magangnya, kami verifikasi, kita tidak mau ada magang itu yang lulusan S1 teknik disuruh magang jadi resepsionis. Karena kata perusahaan ini mumpung lagi gratis.
Ini yang kita kawal. Suruh jadi sopir, kita kawal, coret," jelas Menaker.