Iran Tingkatkan Produksi Rudal Jelang Negosiasi dengan Amerika Serikat

Share

Angkatan Bersenjata Iran mempercepat aktivitas produksi rudal nasional dan memperketat kesiagaan militer di kawasan Teluk Persia selama masa gencatan senjata dengan Amerika Serikat. Langkah taktis tersebut diambil dengan memanfaatkan jeda konflik pascapenandatanganan nota kesepahaman penghentian permusuhan demi memperkuat pertahanan di bawah komando Panglima Tertinggi Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei. Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Jenderal Hossein Mohebbi menyatakan bahwa masa gencatan senjata ini dioptimalkan sepenuhnya untuk memacu kapabilitas pertahanan domestik.

"Kami memanfaatkan gencatan senjata. Kami meningkatkan kapasitas pertahanan kami, kami meningkatkan kecepatan produksi rudal, dan akurasi rudal juga meningkat," kata Hossein Mohebbi.

Pihak militer Iran dilaporkan turut memantau perkembangan sektor energi Amerika Serikat secara strategis guna menganalisis situasi selama masa jeda konflik berlangsung. "Lihatlah cadangan minyak AS, mereka tidak mampu menutupi defisit minyak mereka, dan itu bahkan meningkat lebih banyak lagi," kata Hossein Mohebbi.

Sementara itu, operasi pengamanan di wilayah pesisir serta pulau-pulau strategis di Teluk Persia dipimpin langsung oleh Komandan Angkatan Darat IRGC, Brigadir Jenderal Mohammad Karami. Menurut Mohammad Karami, stabilitas keamanan di perairan strategis tersebut bertumpu pada kesiapan pasukan, pelatihan khusus, serta kehadiran militer secara nyata.

"Kesiapan yang berkelanjutan, pelatihan-pelatihan khusus, dan kehadiran yang berwibawa dari unit-unit Angkatan Darat Garda Revolusi, adalah pilar utama keamanan yang stabil di perairan Teluk Persia," kata Mohammad Karami. Ia menambahkan bahwa posisi Teluk Persia bernilai sangat strategis bagi doktrin pertahanan negara sehingga pasukannya diwajibkan terus meningkatkan kewaspadaan. "Para pejuang gagah berani di wilayah ini, dengan mengandalkan semangat jihad dan kewaspadaan terus-menerus, telah menciptakan benteng yang kokoh melawan keserakahan musuh," kata Mohammad Karami.

Langkah penguatan sistem pertahanan ini juga melibatkan mobilisasi pertahanan rakyat di pulau-pulau perbatasan demi mengantisipasi segala bentuk ancaman militer dari luar.

"Dengan karunia dan pertolongan Ilahi, rakyat dan angkatan bersenjata Iran siap merespons setiap kejahatan dari militer agresor, dan tuntutan balas darah atas Pemimpin Syahid Revolusi dan para komandan Iran akan segera ditunaikan," kata Mohammad Karami. Sebagai penegasan akhir, Angkatan Darat Iran mengeluarkan pernyataan resmi terkait kesiapan seluruh komponen pertahanan negara dalam menghadapi potensi serangan balasan. "Seluruh Iran akan berdiri menghadapi setiap bentuk agresi, dan kami akan mengubur musuh di luar perbatasan Iran yang kuat," kata Angkatan Darat Iran sebagaimana dilansir dari Warta Ekonomi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author