Dishub DKI Jakarta Sediakan Layanan Call Center Derek Gratis

Share

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta berencana mengoperasikan layanan call center derek gratis guna menangani kemacetan akibat kendaraan bertonase besar yang mogok di jalan raya mulai 9 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Pengoperasian fasiltas evakuasi tersebut ditujukan untuk memangkas durasi kemacetan parah yang kerap timbul di kawasan padat lalu lintas, seperti pada koridor Cakung-Cilincing.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaludin menyampaikan bahwa skema operasional layanan ini telah dikoordinasikan langsung bersama pihak Kementerian Perhubungan.

"Tadi kami baru saja rapat dengan Kemenhub terkait kemacetan di jalur Cakung-Cilincing. Salah satu yang menyebabkan kemacetan adalah adanya truk dengan tonase besar yang mogok," kata Budi Awaludin, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Pihak Dishub DKI Jakarta juga memastikan nomor kontak darurat tersebut telah dibagikan ke jajaran Kemenhub untuk mempercepat tindakan lapangan saat ada insiden kendaraan mogok.

"Kami sampaikan juga kepada mereka bahwa kita akan ada call center terkait penderekan gratis. Namun baru di-launching pada tanggal 9 Agustus dan mereka mencatat nomor kita. Itu akan dilakukan secara gratis untuk penderekan," ujar Budi Awaludin, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Kehadiran fasilitas derek ini diharapkan mampu memindahkan truk muatan berat lebih cepat agar antrean panjang kendaraan di jalan raya dapat diurai.

Meski demikian, Budi mengungkapkan sarana pendukung berupa truk derek berkapasitas 40 ton saat ini baru tersedia satu unit dan disiagakan di area Jakarta Utara.

"Yang sangat disayangkan adalah kami hanya punya satu truk derek dengan tonase besar 40 ton. Itu hanya ada di Jakarta Utara, sedangkan lintasan truk tonase besar juga ada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat," kata Budi Awaludin, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Keterbatasan armada derek kelas berat tersebut dinilai menjadi tantangan utama mengingat luasnya koridor perlintasan kendaraan berat di wilayah ibu kota.

"Kalau satu truk mogok di depan, sudah pasti macetnya akan panjang sekali. Karena itu memang sangat perlu penambahan armada derek untuk kendaraan bertonase besar," ucap Budi Awaludin, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Langkah penanganan cepat terhadap gangguan lalu lintas ini mendapat dukungan penuh dari pihak legislatif DKI Jakarta.

"Saya juga sering lihat di beberapa ruas jalan, terutama di tol, kalau ada truk mogok langsung macet panjang. Artinya kita harus cepat respons. Kalau memang masih kurang, nanti coba dipikirkan lagi untuk penambahan armadanya," kata Nova Harivan Paloh, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author