Warga Pegangsaan Sepakat Deklarasi Tolak Permusuhan Pasca-Bentrokan

Share

Warga Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat menyepakati deklarasi penolakan permusuhan usai menggelar rapat koordinasi bersama jajaran kepolisian dan pemerintah setempat, seperti dilansir dari Detikcom, Selasa (28/7/2026).

Langkah perdamaian ini diambil menyusul insiden bentrokan di Jalan Tambak, Menteng, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit. Pihak kepolisian telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam peristiwa tersebut, yang terdiri dari empat tersangka kasus perusakan gerobak serta tiga tersangka penganiayaan berinisial SK, AS, dan OR.

Inisiatif yang diusung Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung bersama unsur pimpinan kecamatan dan kelurahan ini bertujuan menguatkan persatuan serta menjaga kondusivitas wilayah setempat.

"Tolak permusuhan! Kami warga Matraman Kelurahan Pegangsaan Kecamatan Menteng selalu guyub dan cinta damai tak pandang suku dan agama. Mari jaga kampung kita, Jaga Jakarta," ucap warga bersama-sama.

Pihak kepolisian berkomitmen membantu penyelesaian setiap permasalahan warga melalui jalan musyawarah dan mengimbau warga segera menghubungi layanan Call Center Polri 110 jika memerlukan bantuan.

"Melalui deklarasi 'Tolak Permusuhan', seluruh pihak berkomitmen menjaga kerukunan, mempererat silaturahmi, dan menyelesaikan setiap persoalan dengan musyawarah. Mari bersama ciptakan Jakarta Pusat yang aman, damai, dan harmonis," kata Polres Metro Jakpus.

Sebelum kesepakatan tersebut tercapai, kepolisian memfasilitasi proses mediasi di depan Gedung Promoter Polda Metro Jaya pada Senin (27/7/2026) antara perwakilan warga dengan keluarga korban tewas.

"Perihal dengan kejadian yang kemarin, kami sudah dipertemukan oleh Bapak Kapolda maupun dengan aparatnya setempat. Di mana kami ditemukan dengan daripada perwakilan daripada warga dari pihak yang telah meninggal dunia," ujar Ketua RT 08/RW 04 Pegangsaan Menteng Jakpus, Ica Risanggeni.

Ia turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden yang merenggut nyawa korban dan meminta masyarakat sekitar Matraman tetap menjaga keamanan wilayah.

"Terutama juga kami ucapkan sedalam-dalamnya turut berduka cita atas meninggalnya rekan kita atas kejadian yang kemarin. Dan saya berharap pun juga untuk semua warga yang berada di lokasi Matraman sekitarnya. Mohon kita dapat menjaga kondusif daripada keamanan setempat," jelasnya.

Ica memastikan aktivitas perekonomian warga di lokasi dapat kembali berjalan normal karena proses perdamaian telah disepakati.

"Dan tidak usah takut bagi warga-warga yang ingin berdagang, silakan dilanjutkan saja. Kami sudah berdamai dengan pihak dari perwakilan dari pihak yang telah meninggal dunia dengan Bapak Dami," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, pihak keluarga korban mengekspresikan penyesalan atas insiden mematikan yang menimpa kerabat mereka, sembari menyerahkan seluruh penanganan perkara kepada kepolisian.

"Kami perlu menyampaikan bahwa pertama-tama tentunya kami dari keluarga korban yang meninggal dunia atas nama Paskalis, kami menyesalkan kejadian yang telah terjadi, yang menimpa adik dan saudara kami. Meskipun demikian, saat ini kami menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat penegak hukum," ujar perwakilan keluarga korban, Dami Renjaan.

Dami memercayakan penanganan kasus tersebut agar berjalan adil sesuai prosedur yang berlaku.

"Kami yakin dan percaya bahwa aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional dan adil dalam menyelesaikan persoalan ini, sehingga memberikan rasa keadilan bagi kita semua," tambahnya.

Ia turut mengimbau seluruh sanak keluarga di berbagai daerah untuk menahan diri dan menjaga ketertiban umum.

"Kami menghimbau kepada semua keluarga yang ada di Indonesia Timur maupun semua keluarga di mana pun berada, mari kita kembali menjaga keamanan dan ketertiban. Kita serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Kita yakin dan percaya sekali lagi bahwa proses ini dapat berjalan dengan baik dan dapat memberikan keadilan bagi kita semua," tuturnya.

Dami mengakhiri peryataannya dengan menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Metro Jaya yang telah memfasilitasi jalannya mediasi.

"Terima kasih atas atensi dari Bapak Kapolda beserta jajarannya, pihak kepolisian yang membantu kami memfasilitasi semua pertemuan ini maupun proses-proses hukum yang telah berjalan. Kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian semoga berjalan dengan baik," tutupnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author