Mengenal Pola Asuh Beta Mom yang Santai dan Mengutamakan Koneksi Anak

Share

Pendekatan pengasuhan fleksibel yang dikenal sebagai pola asuh Beta Mom kini menjadi pilihan bagi sebagian orang tua. Gaya ini menekankan pada hubungan emosional, keterbukaan, serta keberanian mempercayai insting ibu untuk menikmati proses pengasuhan secara lebih rileks. Dikutip dari HaiBunda, seorang psikiater dan pendiri Saranga Comprehensive Psychiatry, Vinay Saranga, MD, menjelaskan bahwa orang tua dengan pola asuh ini cenderung bersikap fleksibel.

Pendekatan ini berfokus pada pemahaman bahwa situasi di sekitar anak tidak harus selalu berada dalam kendali penuh atau berjalan sempurna. Berbeda dari pola tradisional yang kerap memuat jadwal ketat, gaya ini memberi ruang kebebasan bagi anak. Orang tua membiarkan anak mengambil peran aktif, seperti menentukan pilihan permainan sendiri hingga menyuarakan pendapat mereka.

Terapis keluarga Kim Feeney, LISW, RPT, menambahkan bahwa fokus utama ibu bertipe ini adalah memahami kebutuhan anak dan membangun keterikatan. Pola ini menggabungkan fleksibilitas, motivasi, kehangatan, serta batasan yang tetap terarah.

Penerapan gaya pengasuhan ini ditandai oleh sejumlah sikap spesifik dari orang tua dalam merawat buah hati mereka:

  • Menghindari tuntutan untuk tampil sempurna sebagai orang tua.
  • Menolak kebiasaan membandingkan perkembangan anak dengan orang lain.
  • Memberikan ruang bagi anak untuk menemukan serta mengeksplorasi minat pribadi.
  • Mendorong anak menentukan arah dan jalan hidupnya sendiri.
  • Menunjukkan sifat yang santai dan tidak membebani anak dengan jadwal berlebihan.
  • Toleran terhadap kesalahan atau kekacauan kecil yang dibuat anak sebagai proses belajar.
  • Membiarkan anak merasakan konsekuensi alami dari tindakan mereka.
  • Berfokus untuk hadir secara utuh mendampingi anak pada momen saat ini.

Manfaat dan Tantangan Gaya Pengasuhan

Tren pengasuhan ini berkembang dari rasa lelah para ibu terhadap tekanan sosial untuk selalu tampil sempurna. Keyakinan pada penilaian pribadi membuat banyak orang tua menyadari bahwa pengawasan berlebihan pada setiap gerak-gerik anak sebenarnya tidak selalu diperlukan.

Penerapan gaya ini memberikan dampak positif berupa berkurangnya tingkat stres dan kecemasan pada ibu. Di sisi lain, anak-anak mendapat kesempatan untuk melatih kemampuan memecahkan masalah serta membangun kepercayaan diri sejak dini.

Meski memiliki banyak kelebihan, pola ini tetap memerlukan keseimbangan. Ketiadaan struktur dan batasan yang jelas berisiko membuat anak merasa kurang mendapat perhatian atau kehilangan arah.

Langkah Mengaplikasikan Pola Asuh Beta Mom

Bagi orang tua yang ingin mencoba gaya pengasuhan ini, transisi dapat dilakukan secara bertahap. Orang tua disarankan mulai melonggarkan kendali pada satu atau dua kegiatan harian, sehingga anak memiliki ruang untuk menyelesaikan kendala mereka secara mandiri.

Fleksibilitas dalam pengasuhan bukan berarti menghilangkan aturan sepenuhnya. Peran orang tua sebagai penuntun yang konsisten dan dewasa tetap diperlukan agar anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan terstruktur.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: beta mom parenting Pola Asuh
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author