Ben Carroll Dilantik Jadi Premier Victoria dan Buka Komisi Kerajaan
Ben Carroll resmi mengumpat janji sebagai Premier Victoria yang baru pada Selasa, 28 Juli 2026, menggantikan Jacinta Allan yang mengundurkan diri. Tak lama setelah dilantik, Carroll langsung mengumumkan pembentukan komisi kerajaan untuk menyelidiki dugaan korupsi di sektor konstruksi.
Langkah mendadak ini diambil di tengah krisis politik yang mengguncang Partai Buruh Victoria jelang pemilu November. Keputusan ini juga bertepatan dengan pengunduran diri anggota parlemen Partai Liberal, Moira Deeming.
Carroll menyebut langkah tersebut merupakan komitmen awal pemerintahannya untuk memulihkan integritas proyek infrastruktur Big Build. Selain itu, badan pengawas anti-korupsi IBAC akan diberikan wewenang tambahan untuk melacak aliran dana publik sebelum pemilu mendatang.
Mantan pengatur strategi dan peneliti opini publik Partai Buruh, Kos Samaras, menilai perubahan kepemimpinan ini terjadi saat partai menghadapi tantangan serius dari One Nation di basis konstituen kelas pekerja.
"Sebagian besar orang, di internal Partai Buruh, telah menyadari bahwa mereka memiliki beberapa masalah yang cukup signifikan," kata Kos Samaras, Mantan Pengatur Strategi Partai Buruh.
Ia menambahkan bahwa permasalahan tersebut merupakan dampak dari pengabaian kawasan pinggiran kota selama satu dekade terakhir. Samaras juga menyoroti kegagalan Allan untuk memisahkan diri dari citra pendahulunya.
"Salah satu masalah terbesar yang dimiliki Jacinta Allan adalah dia tidak mampu memisahkan dirinya dari pemerintahan Andrews," kata Samaras.
Menurutnya, banyak pemilih menganggap kepemimpinan Allan hanyalah kelanjutan dari era Daniel Andrews. Kendati demikian, ketidaksamaan profil Carroll di mata publik justru menjadi peluang baru.
"Dia memiliki kanvas kosong, dan dia sebaiknya melukisnya sebelum lawan-lawannya melukisnya," kata Samaras.
Ia menambahkan bahwa Allan sebelumnya memiliki tantangan yang sama, namun pihak lain yang akhirnya mengambil alih narasi tersebut.
Di sisi lain, mantan Pemimpin Partai Liberal John Pesutto menyatakan keraguannya terhadap arah baru yang ditawarkan oleh pemerintahan Buruh saat ini.
"Saya tidak percaya. Saya pikir itu adalah sesuatu yang dia katakan kurang dari empat bulan sebelum pemungutan suara awal dibuka, ketika orang-orang mulai memilih," kata John Pesutto, Mantan Pemimpin Partai Liberal.
Ia mengkritik bahwa Carroll dan Wakil Premier Gabrielle Williams merupakan bagian dari kabinet lama yang bertanggung jawab atas kegagalan pemerintah. Pesutto menegaskan bahwa pembentukan komisi kerajaan ini hanya sekadar upaya meredam kekalahan politik.
"Dia mengatakan apa pun yang perlu dia katakan, untuk mencoba menghentikan pendarahan yang dirasakan Partai Buruh," kata Pesutto.
Sementara itu, mantan Komisaris Anti-Korupsi Independen (IBAC) Robert Redlich menyambut baik langkah integritas tersebut meskipun menilai keputusannya tergolong terlambat.
"Mengingat sifat dari Big Build, besarnya proyek yang sedang berjalan, kekhawatiran yang diungkapkan oleh mereka yang telah menyelidiki Big Build mengenai jumlah pemborosan uang rakyat yang telah terjadi, sangat disayangkan butuh waktu hingga sekarang untuk hal ini terjadi," kata Robert Redlich, Mantan Komisaris IBAC.
Redlich menambahkan bahwa pemberian wewenang pelacakan uang kepada IBAC memang sudah sangat mendesak sejak lama.
"Ini sudah lama tertunda," kata Redlich.
Ia menjelaskan bahwa jika IBAC memiliki wewenang tersebut sejak awal pembangunan Big Build, lembaga tersebut dapat memainkan peran yang jauh lebih krusial dalam mengawasi penggunaan dana publik.
Mantan Premier Victoria Steve Bracks turut memberikan dukungannya secara terbuka kepada Ben Carroll untuk memimpin negara bagian tersebut ke depan.
Krisis kepemimpinan ini dipicu oleh desakan internal menteri dan anggota parlemen yang meminta Allan mundur setelah elektabilitas partai merosot. Kasus dugaan penyusupan kelompok kriminal dalam proyek Big Build yang terungkap sejak dua tahun lalu menjadi faktor utama yang merusak kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Allan.