Lando Norris Menang GP Hungaria 2026 Usai Salip Kimi Antonelli

Share

Pembalap McLaren Lando Norris merebut kemenangan pertamanya di musim Formula 1 2026 usai menguasai F1 GP Hungaria di Sirkuit Hungaroring pada Minggu, 26 Juli 2026. Hasil ini diraih Norris setelah memulai balapan dari posisi terdepan dan menyalip Kimi Antonelli di lap ke-46.

Kemenangan di Hungaroring menjadi podium juara pertama Norris musim ini sekaligus kemenangan ke-12 sepanjang kariernya di F1. Pembalap asal Inggris tersebut tampil dominan sepanjang 70 lap meski sempat kehilangan posisi terdepan akibat melebar di tikungan kedua pada awal balapan.

Norris berhasil bangkit melalui strategi penundaan pit stop yang tepat serta pembaruan besar pada mobil McLaren miliknya. Hasil ini memangkas jaraknya menjadi selisih 98 poin dari pimpinan klasemen sementara, Kimi Antonelli.

"Itu bukan tikungan dua terbaik saya, tetapi setelah itu, melihat kecepatan saya dan saya merasa lebih baik dalam segala hal, dari segi degradasi ban dan kecepatan, saya yakin masih bisa memenangkan balapan," kata Lando Norris, Pembalap McLaren.

Norris menambahkan bahwa keunggulan kecepatan yang dimilikinya pada balapan kali ini berkat kerja keras bersama tim teknis.

"Keunggulan kecepatan yang saya miliki sangat besar hari ini. Namun saya tidak tahu mengapa. Mobilnya identik, dan saya merasa sangat kuat belakangan ini," ujar Lando Norris, Pembalap McLaren.

Keberhasilan Norris juga didukung oleh pembaruan performa armada yang dipersiapkan oleh timnya jelang paruh kedua musim.

"Saya telah bekerja di banyak area dari tahun lalu. Saya merasa jauh lebih percaya diri belakangan ini tentang cara mengekstrak performa, dan saya telah bekerja keras dengan para insinyur saya untuk memahami mobil ini karena ini tentu bukan mobil yang mudah dipahami dan dikendarai hingga batasnya secara konsisten," tutur Lando Norris, Pembalap McLaren.

Norris menegaskan bahwa dirinya memilih untuk fokus pada setiap balapan ketimbang terlalu memikirkan peluang perebutan gelar juara dunia secara keseluruhan.

"Saya hanya senang dengan hari ini. Itu tidak berarti jika saya cepat di sini, kami akan cepat di mana saja," pungkasa Lando Norris, Pembalap McLaren.

Satu hal yang pasti saya pelajari adalah tidak memiliki ekspektasi tentang masa depan dan hanya bekerja di masa sekarang.

"Tentu saja saya optimistis untuk masa depan dan saya pikir kami bisa memenangkan lebih banyak balapan, tetapi kami memiliki persaingan yang ketat dan masih banyak balapan yang tidak saya yakini karena mobil belum mencapai standar yang dibutuhkan di area tertentu," ucap Lando Norris, Pembalap McLaren.

Peningkatan performa Norris turut mendapat pujian dari pimpinan tim McLaren yang menilai perkembangan sang pembalap sangat positif.

"Lando jauh lebih percaya diri. Dia jauh lebih sadar akan alat yang dia miliki dalam gaya membalapnya, bagaimana mengarahkan alat-alat ini. Dan saya pikir dia juga lebih bisa mengendalikan emosinya," kata Andrea Stella, Bos Tim McLaren.

Stella menjelaskan bahwa ketenangan Norris saat berada di belakang rekan setimnya menjadi kunci utama yang membawanya meraih podium tertinggi.

"Karena hari ini, ketika dia berada di belakang Oscar, dia mengatakan beberapa kali bahwa dia memiliki kecepatan yang disimpan, tetapi dia tidak terlalu frustrasi. Dan fakta bahwa dia tidak terlalu frustrasi, saya pikir, kemudian memungkinkannya untuk menggunakan kecepatan pada saat yang tepat dan memimpinnya menuju kemenangan. Kita telah melihat lintasan perkembangan yang luar biasa untuk Lando," ujar Andrea Stella, Bos Tim McLaren.

Di posisi kedua, pembalap Red Bull Max Verstappen berhasil mengamankan podium usai memanfaatkan serangkaian insiden di paruh akhir balapan. Verstappen naik ke posisi dua setelah pembalap McLaren Oscar Piastri mengalami masalah pada kotak penemu daya dan harus keluar dari balapan pada lap ke-56.

Verstappen memuji strategi penggunaan ban lunak yang diterapkan timnya selama 29 lap terakhir hingga mampu mempertahankan posisi hingga garis finis.

Sementara itu, Oscar Piastri meluapkan kekecewaannya setelah terlibat insiden tabrakan dengan pembalap Williams Carlos Sainz saat hendak melakukan overcut.

"Memimpin balapan di awal jelas merupakan momen terbaik, tetapi semuanya menjadi memburuk dari sana," kata Oscar Piastri, Pembalap McLaren.

Piastri menilai manuver yang dilakukan Sainz saat terkejar satu lap sangat tidak terduga dan merugikan posisinya di lintasan.

"Kecepatan saya dengan ban keras tidak ada di mana-mana, dan kemudian jelas ditabrak oleh pembalap yang tertinggal satu lap bukanlah hal yang Anda pikir bisa salah, tetapi saya terbukti salah," ujar Oscar Piastri, Pembalap McLaren.

Piastri bahkan mengecam tindakan yang terjadi di lintasan balap tersebut secara terbuka usai balapan berakhir.

"salah satu hal terbodoh yang pernah saya lihat di trek balap," tutur Oscar Piastri, Pembalap McLaren.

Di kubu Mercedes, Kimi Antonelli finis di posisi ketiga sekaligus mengokohkan posisinya di puncak klasemen sementara pembalap dengan 219 poin. Rekan setimnya, George Russell, harus puas finis di urutan ketujuh setelah sempat tercecer ke posisi 22 akibat kendala teknis pada sistem start.

"Saya semacam sudah melewati titik kekecewaan sekarang," kata George Russell, Pembalap Mercedes.

Russell menjelaskan masalah teknis yang dialaminya beberapa detik sebelum lampu start padam.

"mesin mulai merancak ke mana-mana dan saya merespons dengan tuas gas saya tetapi tidak ada hasilnya," ujar George Russell, Pembalap Mercedes.

Ia juga mengevaluasi hasil buruk yang didapatkannya sebelum memasuki jeda musim panas F1.

"hasilnya buruk. Namun hal-hal yang bisa saya kendalikan, itu baik-baik saja," tutur George Russell, Pembalap Mercedes.

Russell menambahkan bahwa masa istirahat mendatang akan sangat berguna bagi pemulihan kondisi fisiknya.

"Saya biasanya tidak merasa perlu istirahat; tahun ini saya pasti merasa membutuhkannya," pungkasa George Russell, Pembalap Mercedes.

Kekecewaan juga dirasakan tim Ferrari yang gagal menempatkan pembalapnya di podium setelah Charles Leclerc finis di posisi keempat dan Lewis Hamilton di posisi kelima. Hamilton sejatinya finis keempat namun mendapat penalti waktu lima detik akibat melanggar batas kecepatan di pit lane.

"Ada dua balapan di mana kami diperkirakan akan kesulitan dan kami finis pertama dan kedua. Dan dalam balapan di mana kami diperkirakan tampil baik, kami finis keempat dan kelima," kata Charles Leclerc, Pembalap Ferrari.

Hasil GP Hungaria ini resmi menutup paruh pertama musim F1 2026. Para pembalap akan menjalani jeda musim panas selama empat minggu sebelum kembali bertanding pada seri ke-12 di GP Belanda pada 23 Agustus 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author