Polda Metro Jaya Tegaskan Kabar Ajudan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Meninggal Adalah Hoax

Share

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa kabar yang beredar di media sosial tentang ajudan eks mantan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah, yang tewas ditembak adalah hoax, Selasa (28/7/2026).

Isu kematian ajudan tersebut muncul setelah pria bernama Sutrimo, kepala rumah tangga Febrie Adriansyah, ditemukan meninggal dunia di Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7) pagi dengan kondisi mulut berbusa.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengonfirmasi bahwa ajudan Febrie Adriansyah masih hidup dan menegaskan bahwa kabar kematian adalah berita bohong. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

"Kami sudah konfirmasi ke Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, itu hoax," ujar Budi Hermanto.

Menurut Budi, Polda Metro Jaya menerima informasi kematian Sutrimo dari media dan masih mendalami penyebab kematian tersebut, termasuk terkait gambar dan narasi yang beredar di media sosial.

"Polda Metro Jaya pasti akan mendalami informasi sekecil apapun, apalagi terkait tentang hilangnya nyawa seseorang. Apakah itu wajar atau tidak wajar," kata Budi Hermanto di kawasan Matraman, Jakarta.

Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent dan kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring, di mana ia dinyatakan meninggal dunia. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi jenazah.

Polisi masih mendalami keterangan dari rumah sakit serta rekam medis korban untuk memastikan penyebab kematian Sutrimo. Budi menegaskan bahwa masyarakat diminta tidak berspekulasi terkait informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," tutupnya.

Berita ini dilansir dari Detikcom.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author