Pemerintah Siapkan Insentif Kendaraan Listrik untuk Mobil dan Motor Nasional
Skema insentif untuk kendaraan berbasis listrik atau electric vehicle disinyalir akan kembali diberlakukan oleh pemerintah. Kebijakan ini nantinya bakal terintegrasi langsung dengan proyek pengembangan mobil serta motor nasional, sebagaimana dilansir dari Detik Oto.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjalankan program bantuan tersebut. Langkah ini sejalan dengan persiapan peluncuran proyek kendaraan listrik nasional oleh Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.
"Itu nanti kita lihat dikaitkan dengan mobil nasional atau motor nasional," kata Airlangga seperti dikutip Detik Oto.
Mengenai sasaran penerima bantuan, Airlangga menegaskan bahwa fasilitas tersebut difokuskan pada segmen kendaraan nasional. Bantuan ini disiapkan baik untuk lini produksi roda dua maupun roda empat.
"Mobil dan motor listrik nasional," kata dia saat ditanya mengenai target penerima insentif tersebut.
Sepanjang tahun 2026, implementasi program insentif kendaraan ramah lingkungan memang belum berjalan. Penghentian skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) serta pembebasan bea masuk impor pada akhir Desember 2025 lalu sempat memicu penyesuaian harga di pasaran.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa alokasi insentif industri otomotif listrik tetap disediakan. Kendati demikian, mekanisme penyalurannya akan dibatasi untuk manufaktur tertentu.
"Motor listrik masih ada insentif nanti, tapi dialihkan ke beberapa perusahaan tertentu," ujar Purbaya pada Selasa (21/7/2026) lalu.
Proses penetapan penerima bantuan saat ini masih memproses formulasi teknis dari kementerian terkait. Kementerian Keuangan tengah menunggu rekomendasi resmi dari Kementerian Perindustrian serta Danantara guna menentukan arah penyaluran subsidi tersebut.
"Saya masih tunggu masukan dari Menperin dan dari Danantara. Karena dia yang diminta menentukan kemana subsidinya, untuk mobil juga kita tunggu masukan," beber Purbaya.