Menteri LH Tangisi Program Makan Bergizi Gratis di Mojokerto
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menangis emosional saat menutup Konferensi Sungai Indonesia (KSI) 2026 di Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (28/7/2026), akibat isu kelaparan dan kritikan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sambil menyampaikan keresahannya di atas panggung acara tersebut, Jumhur menumpahkan perasaannya terkait kritikan yang dialamatkan pada program pangan pemerintah, sebagaimana dilansir dari Detik Health.
"Orang yang lapar dikasih makan, Anda cerca, jangan dong, nggak boleh. Sorry saya kaya gini sangat sensitif karena saya tahu persis," kata Jumhur.
Guna menjelaskan alasan emosinya, ia merujuk pada data riset kolaborasi ADB dan Bappenas periode 2016-2018 yang mencatat sekitar 22 juta warga Indonesia mengalami kelaparan kronis.
"Kelaparan kronis itu tahu apa? Artinya dia tuh sudah siap mati untuk lapar. Dan mohon maaf ya, banyak budaya kita yang tidak berani mengungkapkan, akhirnya dia mati.
Itu banyak budaya kita. Tidak berani melawan, gitu ya," jelas Jumhur.
Mantan Kepala BNP2TKI tersebut menyoroti masalah kelaparan kronis sebagai persoalan serius yang setara dampaknya dengan penanganan stunting nasional.
Sementara itu, data Badan Gizi Nasional (BGN) per Maret 2026 mencatat penerima manfaat MBG telah menembus 61.239.037 orang, dengan 49.057.682 di antaranya merupakan pelajar, menjadikannya salah satu program makan sekolah terbesar global.
"Tapi yang setengah kelaparan kronis kan ada juga. Yang tadi makannya mungkin seminggu cuman dua kali itu tiga kali. Tapi yang makannya 3 hari sekali atau 2 hari sekali juga ada, itu juga kurang makan juga.
Itu mungkin bisa 50, 60, 70 juta orang. Dan itulah yang menjadi subjek bagi distribusi MBG sebetulnya," terang Jumhur.
Meski mengakui adanya celah penyimpangan tata kelola, Jumhur menyatakan ketegasannya untuk terus pasang badan membela program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut dari berbagai pihak penentang.