Saham Teknologi Anjlok Indeks KOSPI Turun ke Level 6200

Share

Aksi jual massal oleh investor asing dan institusi memicu penurunan drastis indeks KOSPI hingga ke zona 6.200 pada perdagangan Selasa (28/7/2026) pagi di Seoul. Tekanan pasar terjadi akibat sentimen negatif global pada saham teknologi serta kabar keberhasilan lokalisasi peralatan litografi DUV oleh China.

Hingga pukul 09.50 waktu setempat, indeks KOSPI merosot sekitar 500 poin dari hari sebelumnya. Indeks sempat dibuka pada level 6.400,27 atau anjlok 355,48 poin (-5,26%) dari penutupan sebelumnya di 6.755,75, sebelum mekanisme 'sell sidecar' aktif pada pukul 09.06:02 untuk menghentikan sementara program penjualan selama lima menit.

Pasar KOSDAQ turut mengalami tekanan serupa setelah merosot ke level 720 dari harga pembukaan 742,13. Penurunan harga kontrak berjangka KOSDAQ 150 sebesar 79,60 poin (-6,07%) mengaktifkan mekanisme 'sell sidecar' secara beruntun pada pukul 09.14 pagi.

Investor asing mencatatkan penjualan bersih sekitar 1,0653 triliun won di pasar reguler dan melakukan pelepas aset di pasar berjangka KOSPI 200. Investor institusi mempeparah tekanan dengan penjualan bersih 189,5 miliar won, sementara investor ritel melakukan aksi beli bersih hingga 1,2369 triliun won.

Sektor semikonduktor menjadi pusat pelemahan setelah saham teknologi AS seperti ASML, Nvidia, SanDisk, dan Micron melemah semalam. Kekhawatiran berlebihnya pasokan memori dan rencana pencatatan saham ChangXin Memory Technologies (CXMT) di bursa Shanghai makin menekan sentimen pasar.

Saham Samsung Electronics terperosok 8,96 persen ke level 231.250 won, sedangkan SK hynix anjlok 10,68 persen menjadi 1.622.000 won. Saham terkait seperti SK Square turun 11,50 persen dan Samsung Electro-Mechanics melemah 12,91 persen.

Sektor otomotif dan asuransi juga terkoreksi, di mana Hyundai Motor turun 6,95 persen dan Samsung Life Insurance melemah 7,06 persen. Dari jajaran sepuluh besar kapitalisasi pasar, hanya Samsung Biologics yang menguat 1,49 persen.

Penurunan tajam di bursa saham berimbas langsung pada pasar valuta asing dengan menguatnya nilai tukar won terhadap dolar AS. Dolar dibuka pada level 1.470,90 won, naik dari posisi penutupan sebelumnya di 1.468,50 won.

"Dengan meningkatnya kecemasan atas isu keamanan teknologi antara Amerika Serikat dan China serta restrukturisasi rantai pasok semikonduktor, volatilitas penurunan yang terpusat pada saham teknologi semakin membesar," ujar seorang ahli industri sekuritas.

Kondisi pasar diperkirakan masih akan diwarnai fluktuasi tinggi dalam jangka pendek.

"Hingga arus keluar modal asing terhenti dan nilai tukar menemukan stabilitas, diperlukan kewaspadaan terhadap volatilitas harian yang berlebihan," kata ahli tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author