Mikael Azedo Minta Bentrokan Menteng Tidak Terkait Ras
Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Daerah Khusus Jakarta, Mikael Azedo Harwito, menyoroti bentrokan maut di Menteng, Jakarta Pusat, dan meminta peristiwa itu tidak dikaitkan ras atau suku tertentu. Peristiwa ini disampaikan saat ia menekankan penegakan hukum yang profesional dan berlandaskan hak asasi manusia.
Mikael Azedo juga mengajak masyarakat menyerahkan seluruh proses hukum kepada kepolisian dan mendukung pengusutan tuntas peristiwa. Ia meminta warga menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta memberi kepercayaan penuh kepada aparat.
Kementerian HAM Jakarta akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak di sekitar lokasi kejadian untuk mendorong peningkatan kewaspadaan masyarakat. Ia mengingatkan agar warga menghindari tindakan yang bertentangan dengan hukum dan hak asasi manusia.
Mikael Azedo mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi karena kabar provokatif berpotensi memperbesar konflik dan mengganggu keharmonisan sosial. Ia menekankan pentingnya sikap saling menghormati dan menjaga situasi aman.
"Kami minta bentrokan yang terjadi tidak mengaitkan ras, suku atau agama tertentu," kata Mikael Azedo kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).
Dalam kesempatan yang sama, ia menegaskan proses hukum perlu berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel sambil tetap menjunjung prinsip hak asasi manusia.
"Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta memberikan kepercayaan penuh kepada kepolisian dalam mengusut tuntas peristiwa ini. Mari kita jaga keamanan, kedamaian, dan persatuan dengan tetap menghormati hukum serta nilai-nilai hak asasi manusia," ujarnya.
Koordinasi juga disebut dilakukan melalui pihak-pihak di lingkungan sekitar lokasi kejadian.
"Saya berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga persatuan, mengedepankan sikap saling menghormati, serta mendukung terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif. Percayakan proses hukum yang sedang berjalan," imbuhnya.
Sebelumnya, polisi menetapkan tujuh tersangka atas peristiwa bentrokan maut di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, yang berasal dari dua peristiwa berbeda, menurut Detikcom.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut peristiwa pertama terkait perusakan, diawali ketegangan karena knalpot berisik yang mengganggu warga.
"Kejadian ini berawal dari suara kebisingan knalpot. Kebisingan knalpot, sehingga mengganggu warga lainnya. Dan ini diteriaki, sehingga yang bersangkutan tidak terima, kembali ke lokasi tetapi yang meneriaki sudah tidak ada di lokasi kejadian," kata Budi di jalan Matraman Dalam, Jakarta, Senin (27/7).
Ia mengatakan kelompok yang ditegur warga itu emosi lalu melakukan perusakan terhadap gerobak makanan pedagang. Warga tidak terima atas perusakan tersebut, sehingga berujung kericuhan disertai penganiayaan.