Pasar Bitcoin Berpotensi Capai Titik Terendah Usai Turun 32 Persen

Share

Pasar Bitcoin berpotensi telah mencapai titik terendah atau memasuki fase akhir tren penurunan harga pada akhir Juli 2026 setelah merosot sekitar 32 persen sepanjang semester pertama dan berada di kisaran 60.000 dolar AS.

Kinerja tersebut menandai kerugian triwulanan ketiga berturut-turut bagi aset kripto nomor satu itu di tengah melemahnya pasar keuangan global, berdasarkan laporan Half-Year 2026: Macro & Bitcoin yang dirilis Binance Research pada 26 Juli 2026.

Aset digital ini telah anjlok lebih dari 50 persen dari rekor tertinggi 126.000 dolar AS pada Oktober 2025 dan menghabiskan waktu 275 hari di bawah puncak tersebut, sehingga menekan aktivitas DeFi serta bursa kripto.

Manajer aset kripto Grayscale melalui Kepala Riset Zach Pandl menilai pergerakan Bitcoin kini lebih dipengaruhi oleh faktor makroekonomi seperti suku bunga Federal Reserve ketimbang teori siklus empat tahunan akibat peristiwa halving.

<">Penganut teori 'siklus empat tahunan' melihat peristiwa halving Bitcoin sebagai pendorong utama pergerakan harga dan memperkirakan pasar penurunan saat ini akan berlangsung seperti di masa lalu,<"> kata Zach Pandl, Kepala Riset Grayscale.

Pandl menambahkan bahwa siklus historis tersebut menyiratkan penurunan harga lebih lanjut sebelum menyentuh titik terendah pada September atau Oktober, dengan potensi koreksi sekitar 15 persen dari level 65.000 dolar AS menuju kisaran 50.000 dolar AS.

<">Teori siklus empat tahunan menyiratkan bahwa harga Bitcoin bisa jatuh lebih dalam, dengan titik terendah pada September atau Oktober,<"> kata Zach Pandl, Kepala Riset Grayscale.

Namun, analisis internal Grayscale menunjukkan pendekatan alternatif yang memandang pasar sudah matang dan berfluktuasi mirip dengan emas atau saham teknologi yang sensitif terhadap suku bunga.

<">Secara historis, harga Bitcoin telah mencapai titik terendah sekitar satu tahun setelah puncak siklus dan sekitar 2,5 tahun setelah peristiwa halving. Penurunan kumulatif rata-rata mencapai sekitar 80 persen,<"> tulis Zach Pandl, Kepala Riset Grayscale.

Kenaikan arus masuk bersih dana ETF spot Bitcoin yang mencatatkan hampir 1 miliar dolar AS selama tujuh sesi beruntun turut memperkuat indikasi bahwa pergerakan makro dapat menahan kejatuhan harga lebih dalam.

<">Pasar penurunan saat ini juga menampilkan pergeseran besar dalam ekspektasi kebijakan Fed dan kenaikan suku bunga riil. Tentu saja, jika faktor makro memegang kendali, harga Bitcoin dapat mencapai titik terendah saat faktor makro ini berbalik,<"> tulis Zach Pandl, Kepala Riset Grayscale.

Ketidakpastian kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat menjadi fokus utama para pelaku pasar dalam menentukan arah pergerakan harga berikutnya.

<">Jika Fed membatalkan kenaikan suku bunga dan pertumbuhan ekonomi tetap bertahan baik, harga Bitcoin mungkin sudah mencapai titik terendahnya,<"> tulis Zach Pandl, Kepala Riset Grayscale.

Selain faktor suku bunga, Grayscale mencatat potensi dorongan dari regulasi Clarity Act di Senat AS yang berpeluang membagi pengawasan antara SEC dan CFTC.

<">Pandangan 'siklus empat tahun' memprediksi harga terendah baru bagi Bitcoin, tetapi perspektif makro menunjukkan titik terendah mungkin sudah terjadi,<"> tulis Zach Pandl, Kepala Riset Grayscale.

Di sisi lain, platform analisis on-chain Nansen mengingatkan bahwa konfirmasi titik terendah masih menantikan rilis laporan keuangan kuartal kedua dari Strategy serta pengumuman suku bunga The Fed.

Data CryptoQuant mencatat adanya penurunan transfer Bitcoin oleh kelompok paus ke bursa Binance sebesar 44,3 persen dari 7 miliar dolar AS pada 12 Juni menjadi 3,9 miliar dolar AS pada 27 Juli 2026, sedangkan alokasi investor ritel relatif lebih stabil di angka 7,8 miliar dolar AS.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author