Dewan Kota Culver Perpanjang Moratorium Layanan Drive Through
Dewan Kota Culver di California memperpanjang moratorium darurat terhadap izin restoran drive-through baru selama 10 bulan menyusul penolakan warga atas rencana pembukaan gerai In-N-Out. Kebijakan ini diambil guna mengkaji dampak lalu lintas, polusi, dan keselamatan lingkungan sekolah sekitar.
Rencana pembangunan gerai In-N-Out di persimpangan Sepulveda dan Sawtelle Boulevards memicu protes keras warga. Lokasi tersebut dikenal padat dan berdekatan dengan sekolah dasar di Overland Avenue, sehingga memunculkan kekhawatiran keselamatan serta polusi udara.
Gelombang penolakan warga berhasil mengumpulkan lebih dari 900 tanda tangan petisi. Hal tersebut mendorong dewan kota memberlakukan moratorium awal selama 45 hari sebelum akhirnya sepakat memperpanjang masa penundaan izin dengan pemungutan suara 4-0.
Sejumlah warga menyampaikan keberatan mereka secara langsung dalam pertemuan dewan kota terkait dampak lingkungan dan keselamatan anak-anak sekolah.
"Drive-through adalah monster polusi," kata Leah Pressman, seorang warga setempat.
Warga lainnya menyoroti risiko keselamatan lalu lintas serta gangguan aroma makanan terhadap proses belajar siswa di sekolah sekitar.
"Mereka usang," kata Leah Pressman, warga yang menolak keberadaan drive-through.
Pengawasan terhadap dampak lalu lintas juga ditegaskan oleh warga lain yang khawatir akan keselamatan pejalan kaki di sekitar lokasi proyek.
"Bagaimana anak-anak bisa belajar jika bau kentang goreng dan cincin bawang menggoda hidung mereka?" kata Theresa Attias, warga lokal.
Wakil Wali Kota merangkap anggota Dewan Kota Culver bekerja sama dengan warga untuk mendorong pemberlakuan moratorium penundaan izin usaha tersebut.
"Makin saya mendengarkan warga, menjadi sangat jelas bahwa tidak ada seorang pun di Culver City yang menginginkan drive-through di lingkungan mereka," kata Bubba Fish, anggota Dewan Kota dan Wakil Wali Kota Culver City.
Ia menilai fasilitas drive-through tidak memberi manfaat positif bagi kehidupan warga pemukiman sekitar.
"Drive-through sangat bagus jika Anda adalah rantai makanan cepat saji multinasional, tetapi tidak bagus jika Anda harus tinggal di sekitar mereka," kata Bubba Fish.
Aktivis lingkungan setempat mengusulkan konsep pembangunan kawasan yang lebih ramah bagi pejalan kaki dan usaha lokal.
"Ketika orang-orang secara harfiah berkendara masuk dan keluar, mereka tidak berhenti untuk berbelanja," kata Vanessa Martin, salah satu pemimpin aksi warga.
Penelitian dari San José State University mencatat setidaknya terdapat 133.000 drive-through di Amerika Serikat dengan 83 persen di antaranya berada di kawasan perkotaan dan pinggiran kota.
"Anda duduk di mobil, tidak berjalan dan berdiri di antrean. Di ruang makan Anda mungkin mengobrol dengan keluarga di meja sebelah," kata Marcel Moran, asisten profesor di School of Planning, Policy and Environmental Studies San José State University.