Polisi Selidiki Dokter Internship Tewas di Kalibata City
Seorang dokter internship berinisial SZM ditemukan tewas usai jatuh dari lantai 18 Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/7/2026) siang. Aparat Kepolisian Sektor Pancoran saat ini masih mengusut penyebab pasti kematian korban, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Sebelum insiden tersebut terjadi, korban diketahui diajak bepergian ke pusat perbelanjaan oleh sang ibu, namun memilih untuk menolak dan tetap tinggal di dalam unit apartemen. Korban yang telah menempati hunian tersebut selama tiga tahun bersama ibunya kemudian mengunci pintu dari dalam.
"Dia tinggal berdua sama orang tuanya, sama ibunya. Nah, saat itu ibunya ngajak pergi untuk ke mal. Namun, si korban tidak mau, bertahanlah di unit," ujar Kapolsek Pancoran Kompol Mansur.
Petugas di lapangan mengonfirmasi bahwa posisi kamar dalam keadaan terkunci dari dalam sebelum korban jatuh dari lantai 18 dan sempat tersangkut di area balkon gedung.
"Nah, setelah pergi, kunci dikunci pintu dikunci dari dalam oleh si korban. Terus, di situlah akhirnya si korban ini lompat dari jendela untuk mengakhiri hidupnya," ucap Kompol Mansur.
Proses evakuasi jenazah dilakukan petugas sekitar pukul 14.30 WIB untuk selanjutnya dibawa menuju Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
"(Jatuh) dari lantai 18. Si korban sempat nyangkut di balkon (sebelum ke lantai dasar). Evakuasinya kurang lebih itu jam 14.30-an dibawa ke RS Polri Kramat Jati," ungkap Kompol Mansur.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum dapat memastikan motif di balik peristiwa tersebut karena kondisi ibu korban yang masih mengalami syok berat.
"Kamarnya dikunci dari dalam. Untuk penyebabnya masih dalam penyelidikan," pungkas Kompol Mansur.
Penyidik masih menunda pemeriksaan terhadap keluarga korban yang sedang berduka atas musibah ini.
"Jadi sampai detik ini kita belum bisa mendapatkan informasi panjang, karena orang tuanya belum bisa dimintai keterangan karena masih syok," ujar Kompol Mansur.
Polisi belum menerima petunjuk mengenai pemicu aksi nekat tersebut, termasuk dugaan adanya tekanan pekerjaan maupun faktor lainnya.
"Jadi keterangan dari saksi, sampai detik ini kita kan belum bisa minta keterangan keluarga-keluarga yang pasti sedang berduka. Jadi belum ada informasi apa pun terkait ini karena tekanan pekerjaan, apa ada hal yang lain-lain, itu sampai sekarang belum dapat penjelasan," jelas Kompol Mansur.
Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan bakal berlangsung setelah proses pemakaman jenazah selesai dilakukan oleh pihak keluarga.
"Dan nanti nunggu mungkin nanti setelah selesai dimakamkan, kalau waktu berapa hari ini mungkin dari pihak keluarga mungkin baru mau memberikan keterangan," tambah Kompol Mansur.
Kepolisian menegaskan proses penyelidikan terus berjalan untuk mendalami segala kemungkinan, termasuk ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam kasus ini.
"Tetap kami dalami apa penyebabnya ini, kenapa melompat dari lantai 18. Iya, nanti tidak menutup kemungkinan (ada atau tidaknya kasus tindak pidana). Nanti hasil penyidikan seperti apa, nanti yang pasti tetap kami dalamilah," ungkap Kompol Mansur.
Setelah menjalani pemeriksaan awal di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, jenazah korban langsung diterbangkan menuju kampung halamannya di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan.
"Korban dibawa ke RS Polri, kemudian sorenya langsung diterbangkan ke Makassar," jelas Kompol Mansur.