ARF Desak Denuklirisasi Total Semenanjung Korea Dua Tahun Berturut

Share

Forum Keamanan Regional ASEAN (ARF) secara resmi mendesak denuklirisasi penuh di Semenanjung Korea untuk kedua kalinya secara berturut-turut pada Sabtu (26/7/2026). Pernyataan yang dirilis usai pertemuan tahunan para menteri luar negeri di Manila ini menegaskan keprihatinan mendalam atas pengembangan senjata nuklir dan program rudal balistik Korea Utara. Pernyataan pimpinan forum tersebut menyoroti perlunya kepatuhan penuh terhadap ketentuan internasional untuk menjaga stabilitas kawasan.

Forum tersebut menilai langkah diplomasil mutlak diperlukan guna menghentikan ambisi militer Pyongyang. "Pertemuan tersebut menyerukan pelaksanaaan penuh atas semua Resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan dan mencatat upaya internasional untuk mewujudkan denuklirisasi penuh Semenanjung Korea secara damai," bunyi pernyataan forum tersebut.

Meskipun tekanan internasional terus meningkat, Korea Utara secara resmi telah mengesahkan statusnya sebagai negara kekuatan nuklir dalam konstitusi nasionalnya. Pyongyang juga menerapkan doktrin nuklir dan tidak menunjukkan iktikad untuk melepas persenjataan tersebut.

Adik dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Kim Yo-jong, pada Juni lalu menegaskan bahwa status nuklir negaranya tidak dapat diubah kembali. Ia menyebut status tersebut sebagai batas yang tidak dapat dimundurkan serta bersumpah tidak akan mentolerir ancaman apa pun. ARF merupakan satu-satunya forum keamanan multilateral regional yang melibatkan Korea Selatan dan Korea Utara. Kendati demikian, Pyongyang memilih absen dari pertemuan di Manila ini selama dua tahun berturut-turut seiring menguatnya hubungan bilateral mereka dengan Rusia.

Pertemuan ARF tahun ini dihadiri oleh negara-negara anggota ASEAN beserta mitra luar kawasan. Negara peserta yang hadir antara lain Korea Selatan, Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, hingga Rusia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author