Jepang dan Finlandia Tampilkan Program Makan Siang Sekolah Terbaik
Jepang dan Finlandia menjadi contoh negara dengan program makan siang sekolah yang dianggap terbaik di dunia, sekaligus mencerminkan kemajuan sistem pendidikan mereka.
Di Jepang, program makan siang sekolah telah ada sejak 1889 dan dikenal dengan nama kyūshoku. Setelah sempat terhenti, program ini dilanjutkan pasca Perang Dunia II dengan penekanan pada konsumsi susu dan ikan sebagai sumber protein, vitamin D, dan vitamin B12 yang esensial untuk pertumbuhan anak-anak.
Siswa di Jepang mendapatkan pelajaran penting tentang kedisiplinan dan kerjasama melalui sistem makan siang yang disajikan per kelas. Mereka bertanggung jawab membagi porsi makanan serta membersihkan tempat makan secara mandiri setelah selesai.
Uniknya, proses penyajian makanan tidak dilakukan oleh guru atau petugas kantin, melainkan siswa saling melayani satu sama lain. Hal ini bertujuan untuk menanamkan rasa tanggung jawab dan hormat antar siswa.
Pemerintah daerah Jepang mengelola biaya tenaga kerja, sementara orang tua membayar bahan makanan setiap bulan. Namun, siswa dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh makan siang dengan harga diskon atau gratis, memastikan akses yang merata.
Menu makan siang khas Jepang biasanya terdiri dari nasi, ikan atau daging sapi, serta sayuran, yang semuanya bertujuan mendukung pola makan bergizi dan pertumbuhan optimal anak-anak.
Di Finlandia, program makan siang gratis sudah dijalankan sejak 1949 berdasarkan Undang-Undang Pendidikan Dasar Pasal 31 tahun 1948. Undang-undang ini mewajibkan pemberian makanan seimbang, terorganisir, dan diawasi selama hari sekolah.
Beberapa kota di Finlandia, seperti Kuopio, bahkan sudah menyediakan makan siang gratis bagi siswa kurang mampu sejak awal abad ke-20. Panduan makan sehat di Finlandia menekankan sayuran segar dan matang mengisi setengah piring, disusul karbohidrat seperti kentang, nasi, atau pasta seperempat piring, serta protein dari ikan, daging, kacang-kacangan, atau tauge pada seperempat piring terakhir.
Susu skim atau produk susu fermentasi juga menjadi bagian dari menu makan siang yang lengkap dan bernutrisi.
Sistem pendidikan Finlandia dikenal unggul dengan kebijakan tanpa ujian nasional wajib, pendidikan publik gratis, prestasi akademik tinggi, serta kewajiban guru memiliki gelar master, yang turut mendukung keberhasilan program makan siang mereka.
Program makan siang di kedua negara ini tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi siswa, tetapi juga mendidik karakter dan kedisiplinan, sehingga memperkuat kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Informasi ini dikutip dari Detikcom yang mengangkat laporan Business Insider dan World Population Review.