Pantai Normandia dan Gunung Olympus Resmi Masuk Warisan Dunia UNESCO

Share

Situs bersejarah pendaratan pasukan Sekutu pada Perang Dunia II di pantai Normandia, Prancis, secara resmi masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO. Dikutip dari Detik Travel, penetapan ini disahkan dalam sidang Komite Warisan Dunia UNESCO di Busan, Korea Selatan, pada 25 Juli 2026.

Pengakuan tersebut mencakup lima pantai utama di Normandia, yaitu Omaha, Utah, Sword, Gold, dan Juno, serta kawasan Pointe du Hoc. Lebih dari 150 ribu tentara Sekutu mendarat di lokasi tersebut pada 6 Juni 1944 dalam operasi D-Day yang membebaskan Eropa Barat dari pendudukan Nazi.

Badan penasihat UNESCO, International Council on Monuments and Sites (ICOMOS), mencatat kawasan ini masih menyimpan sisa pertahanan Jerman, bekas ledakan bom, pelabuhan buatan, hingga bangkai kapal di dasar laut. Seluruh peninggalan itu menjadi bukti nyata peristiwa bersejarah yang mengembalikan kebebasan di Eropa.

Meski telah diakui, ICOMOS meminta pengawasan dan pelestarian diperkuat. Kawasan tersebut dinilai menghadapi ancaman dari peningkatan jumlah wisatawan, perubahan iklim, kenaikan permukaan laut, hingga pembangunan ladang turbin angin di sekitarnya.

Delegasi Tetap Prancis untuk UNESCO, Ahlem Gharbi, menyebut pendaratan Normandia sebagai titik balik dari konflik global menuju tatanan dunia yang damai. Menurutnya, penetapan ini terasa semakin bermakna di tengah maraknya konflik dunia saat ini.

Sejarawan David Edgerton turut menegaskan pentingnya nilai sejarah kawasan tersebut bagi dunia.

"Ini mungkin pendaratan amfibi terbesar yang pernah terjadi. Itu saja sudah cukup menjadi alasan untuk terus dikenang," ujarnya, seperti dikutip dari NBC News pada Senin (27/7/2026).

Selain Normandia, UNESCO menetapkan Gunung Olympus di Yunani sebagai situs warisan budaya sekaligus alam setelah perjuangan pemerintah setempat selama 12 tahun. Gunung setinggi 2.918 meter ini dikenal dalam mitologi sebagai tempat bersemayam Zeus dan 11 dewa lainnya, sekaligus memiliki keanekaragaman hayati yang kaya.

Wali Kota Dion-Olympus, Evangelos Geroliolios, menyatakan status baru ini membawa tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian kawasan dari lonjakan wisatawan.

Delegasi Yunani untuk UNESCO, Georgios Koumoutsakos, juga menegaskan komitmen negaranya dalam menjaga Gunung Olympus.

"Kami menegaskan kembali komitmen yang tak tergoyahkan untuk melindungi Gunung Olympus demi generasi kini dan masa depan. Seperti yang diingatkan mitologi Yunani, selalu lebih baik menjaga hubungan baik dengan para dewa," katanya.

Di Asia, UNESCO memasukkan kawasan Asuka-Fujiwara di Prefektur Nara, Jepang, yang terdiri dari 19 situs arkeologi lahirnya negara terpusat pertama Jepang pada abad ke-6 hingga ke-8. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berharap pengakuan ini dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk mempelajari sejarah peradaban awal Jepang.

Sementara itu, Sudan Selatan mencatatkan situs Warisan Dunia pertamanya melalui Boma-Badingilo Migratory Landscape. Kawasan rawa dan sabana ini menjadi jalur migrasi sekitar enam juta antelop serta habitat bagi gajah, singa, dan cheetah, sekaligus tempat hidup masyarakat lokal selama ratusan tahun.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author