Ahli Gizi Bagikan Panduan Makan Sebelum dan Saat Penerbangan
Tekanan udara yang berubah, kelembapan rendah, serta kadar oksigen yang minim di kabin pesawat kerap menimbulkan dehidrasi, perut kembung, hingga kelelahan. Guna mengantisipasi gangguan tersebut, para ahli membagikan panduan nutrisi yang memadai.
Risiko dehidrasi acap kali dipicu oleh kekeliruan penumpang yang sengaja mengurangi konsumsi air demi menghindari penggunaan toilet, sebagaimana dilansir dari Detik Food. Efek samping dari kebiasaan ini dapat memicu pusing, kram otot, sakit kepala, tubuh lemas, bahkan pingsan.
Direktur Gatorade Sports Science Institute, Lindsay Baker, membagikan saran agar pemenuhan asupan cairan dijadwalkan secara matang sebelum memasuki kabin pesawat.
"Saat merasa haus, tubuh sebenarnya sudah mengalami dehidrasi. Lebih baik merencanakan sejak awal dan memastikan tubuh terhidrasi dengan baik sebelum memulai perjalanan pesawat. Dengan begitu, Anda tidak perlu minum dalam jumlah besar untuk mengejar kebutuhan cairan," ujarnya.
Baker turut menambahkan bahwa air mineral murni saja tidak cukup untuk menjaga keseimbangan tubuh. Diperlukan asupan elektrolit yang memadai agar penyerapan cairan berlangsung secara optimal.
Asupan elektrolit dapat diperoleh secara alami dari konsumsi alpukat, bayam, dan pisang, atau memanfaatkan produk tablet pelarut minuman. Di sisi lain, pembatasan kafein berlebih serta konsumsi alkohol sangat dianjurkan agar kondisi dehidrasi tidak kian parah.
Penumpukan gas pada lambung juga dapat dihindari dengan menjauhi minuman berkarbonasi seperti bir, air soda, maupun soda biasa. Langkah ini efektif menurunkan risiko perut kembung selama perjalanan udara.
Dari aspek pemilihan makanan, penikmat perjalanan udara sebaiknya membatasi santapan tinggi garam, gula, serta makanan berporsi besar yang memperlambat sistem pencernaan. Makanan pemicu gas seperti kubis brussel, lentil, kacang-kacangan, bawang, kubis, dan brokoli juga wajib dihindari.
Sebagai opsi alternatif yang aman, ahli gizi klinis Marra Burroughs menyarankan konsumsi camilan kaya protein untuk menjaga kestabilan energi.
Pilihan camilan seperti keju, telur rebus, yogurt Yunani, atau kacang tanpa garam sangat direkomendasikan. Penumpang juga dapat mengonsumsi buah dan sayuran kaya air, seperti seledri, mentimun, anggur, dan semangka guna membantu pemenuhan cairan tubuh selama penerbangan.