BRIN Temukan Spesies Baru Begonia hattae di Sumatra Barat

Share

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengidentifikasi jenis tumbuhan baru dari Sumatra Barat yang diberi nama Begonia hattae, seperti dilansir dari Detikcom.

Pemberian nama spesies tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada Mohammad Hatta atau Bung Hatta. Wakil Presiden ke-1 RI tersebut merupakan tokoh bangsa yang berasal dari Sumatra Barat.

Tim peneliti yang mengidentifikasi spesies baru ini terdiri dari Muhammad Efendi, Intani Quarta Lailaty, Wisnu Handoyo Ardi, dan Yudi Suhendri dari berbagai pusat riset di BRIN.

"Eksplorasi botani yang dilakukan secara intensif masih membuka peluang ditemukannya jenis-jenis tumbuhan yang belum pernah dideskripsikan. Penemuan Begonia hattae menunjukkan kawasan Sumatra Barat masih menyimpan kekayaan flora yang sangat penting untuk didokumentasikan dan dilestarikan," kata Efendi dikutip dari laman BRIN, Senin (27/7/2026).

Spesimen herbarium, biji, hingga sampel hidup dikumpulkan oleh tim peneliti selama penelusuran. Koleksi tersebut kemudian dibudidayakan di Kebun Raya Cibodas.

Pengamatan terhadap morfologi bunga dan buah dilakukan secara teliti. Langkah ini bertujuan untuk memastikan status taksonomi serta identitas spesies secara akurat.

Karakter fisik Begonia hattae memiliki perbedaan yang jelas jika dibandingkan dengan kerabat terdekatnya, Begonia raoensis. Perbedaan mencolok terlihat dari jumlah tepal bunga jantan maupun betina.

Ciri khas lain tampak pada bentuk daun, benang sari yang berjumlah lebih sedikit, serta ketiadaan rambut melingkar di ujung tangkai daun.

Lokasi penemuan tanaman ini berada di wilayah Halaban. Kawasan tersebut saat ini menghadapi ancaman kerusakan akibat aktivitas pertambangan.

Temuan Spesies Begonia Lainnya

Selain menemukan spesies baru, peneliti turut mencatat keberadaan tiga jenis begonia lain yang sempat sulit ditemukan di alam bebas, yaitu Begonia halabanensis, Begonia goegoensis, dan Begonia longipedunculata.

Riset ini juga mencatat keberadaan Begonia lilliputana di Sumatra Barat. Sebelumnya, spesies langka tersebut hanya terdeteksi tumbuh di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh.

Kondisi habitat alami yang kian terdesak membuat para peneliti menyampaikan kekhawatirannya terhadap kelestarian tumbuhan endemik ini.

"Temuan ini tidak hanya menambah daftar spesies flora Indonesia, tetapi juga menjadi pengingat bahwa habitat alami tumbuhan endemik memerlukan perhatian serius. Informasi ilmiah mengenai persebaran spesies sangat penting sebagai dasar penyusunan strategi konservasi," ujar Efendi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author