5 Fakta Smelly Vinegar, Cuka Khas China Beraroma Menyengat
Published
·
3 Reads
Smelly Vinegar atau cuka khas Guangdong, China, sempat menjadi sorotan setelah aromanya yang menyengat membuat tetangga memanggil polisi karena dikira bau mayat. Di balik aromanya yang ekstrem dan unik, kuliner tradisional berusia ribuan tahun ini menyimpan 5 fakta menarik.
- Disebut 'Cuka Bau' — Smelly Vinegar atau Chou Pi Cu dikenal beraroma sangat menyengat hingga dijuluki 'Liquid Durian'. Kuliner tradisional dari Delta Sungai Mutiara Guangdong ini diperkirakan berusia 2.000 tahun dan dikenal pula sebagai Longevity Vinegar.
- Dibuat dari fermentasi beras selama berbulan-bulan — Cuka ini dibuat dari campuran beras ketan dan beras biasa yang digoreng lalu difermentasi selama lebih dari tiga bulan. Meskipun baunya tajam, rasanya asam dan gurih, bahkan kini ada produsen yang memakai beras ketan hitam dengan metode pengukusan untuk mempercepat prosesnya.
- Sering dipakai untuk sup dan hot pot — Cuka bau ini biasa dicampurkan ke dalam sup kaki babi, ayam, kedelai, jahe muda, hingga sayuran asin, serta populer sebagai kuah dasar hot pot. Selain menjadi santapan lezat, hidangan ini juga menjadi bagian dari tradisi keluarga lokal setelah persalinan.
- Dianggap warisan kuliner dengan cerita legenda — Asal-usulnya berkaitan dengan legenda Mai Fu yang merawat ibunya yang sakit dengan beras fermentasi tak sengaja. Kini, kuliner bersejarah ini resmi masuk dalam daftar warisan budaya tak benda di beberapa wilayah China.
- Jadi simbol keberuntungan dalam tradisi kelahiran bayi — Dalam budaya Guangdong, cuka ini disiapkan untuk ibu pasca melahirkan dan disajikan saat perayaan satu bulan bayi sebagai simbol keberuntungan. Pelafalan kata 'asam' dalam bahasa Kanton menyerupai kata 'cucu', sehingga menjadi lambang harapan akan keturunan yang baik.
Setting cuka khas Guangdong ini membuktikan bahwa di balik aromanya yang tajam, ada nilai sejarah dan tradisi yang kaya.
Follow publika.id on Google News
Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author