BRIN Berikan Dana Rp250 Juta untuk Riset Siap Industri 2026

Share

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali memberikan dana riset melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi 2026 yang mendukung riset siap adopsi industri, dilansir dari Detikcom. Setiap tim periset mendapatkan dana maksimal Rp 250 juta per tahun yang disalurkan dua tahap, dengan alokasi biaya langsung personil maksimal 25%, biaya non-personil minimal 70%, dan biaya tidak langsung maksimal 5%. Program ini mengutamakan tema seperti kedaulatan pangan, energi, kesehatan, ketahanan air, penguatan industri strategis, ketahanan sosial, kedirgantaraan, kemaritiman, dan ketenaganukliran.

Beberapa topik riset yang dikecualikan antara lain ekspedisi, kelapa sawit, uji praklinik dan klinik, validasi mutu, proses manufaktur, serta riset survei.

Maiforleon dari Direktorat Pendanaan Riset dan Inovasi BRIN mengatakan, "Melalui program ini, BRIN berupaya menjembatani hilirisasi agar prototipe hasil riset dapat berkembang menjadi inovasi yang siap diadopsi oleh industri maupun masyarakat luas." Persyaratan pengusul dana mencakup ketua periset yang merupakan pegawai ASN atau non-ASN, berstatus warga negara Indonesia, berpendidikan minimal S2 atau sedang menempuh S3, dan anggota tim minimal berpendidikan S1.

Pengusul maksimal terlibat dalam tiga proposal, dengan tim terdiri atas satu ketua dan dua anggota atau tiga anggota, serta harus mendapat persetujuan industri atau lembaga. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pendaftaran RIIM Kompetisi 2026 dibuka dalam dua gelombang. Untuk Batch 2, penerimaan proposal berlangsung 1-31 Juli 2026.

Setelah itu, proses seleksi administrasi, substansi, dan evaluasi RAB dilakukan Agustus hingga November, kemudian penetapan penerima dana diumumkan Desember 2026. Maiforleon menambahkan, "Untuk pelaksanaan Batch 2 Tahun 2026, penerimaan proposal dibuka sepanjang 1 hingga 31 Juli 2026, dilanjutkan proses seleksi dari Agustus hingga November 2026, dan diakhiri dengan penetapan Surat Keputusan Penerima pada bulan Desember 2026."

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author