Novel Bahasa Mandarin Sabet International Booker Prize untuk Pertama Kali
Ajang penghargaan International Booker Prize tahun ini mencetak sejarah baru dalam dunia literasi internasional. Untuk pertama kalinya, sebuah novel yang ditulis dalam bahasa Mandarin berhasil memenangkan penghargaan bergengsi untuk fiksi terjemahan tersebut.
Seperti dilansir dari Detikcom, novel berjudul Taiwan Travelogue karya penulis asal Taiwan, Yáng Shuāng-zǐ, dinobatkan sebagai pemenang. Karya ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh penerjemah Lin King.
Tim dewan juri menggambarkan novel ini sebagai buku yang menawan, cerdas, dan penuh dengan sindiran. Penulis dinilai berhasil memainkan tema bahasa dan kekuasaan, sekaligus memberikan kejutan bagi pembaca di sepanjang cerita.
Taiwan Travelogue diklaim sebagai buku memoar seorang novelis Jepang yang sedang melakukan tur kuliner di Taiwan. Narasi di dalamnya menggambarkan hubungan kompleks antara penulis fiktif tersebut dengan penerjemah lokalnya.
Salah satu anggota tim juri, Natasha Brown, menyatakan bahwa buku ini mengeksplorasi isu kelas sosial dan kolonialisme. Novel tersebut juga mengajukan pertanyaan mendasar yang sangat penting.
"Bisakah cinta mengatasi ketidakseimbangan kekuasaan?" katanya.
Buku ini dinilai berhasil menjalankan dua peran luar biasa sekaligus. Karya tersebut hadir sebagai novel romantis sekaligus novel pascakolonial yang tajam.
Sementara itu, Yáng Shuāng-zǐ mengungkapkan bahwa ia ingin mengurai keadaan kompleks Taiwan pada masa penjajahan Jepang melalui karya-karyanya. Proses riset untuk tema sentral novel ini diakuinya telah membawa perubahan besar.
"Riset untuk tema sentral novel tentang perjalanan dan makanan mengubah hidup saya dalam dua cara yang jelas: tabungan saya berkurang; berat badan saya naik," katanya kepada situs web Booker Prizes.
Novel yang pertama kali terbit dalam bahasa Mandarin pada tahun 2020 ini merupakan karya perdana Yáng Shuāng-zǐ yang diterjemahkan ke bahasa Inggris. Di Amerika Serikat, buku ini sebelumnya telah memenangkan kategori terjemahan National Book Award pada tahun 2024.
Para juri memberikan pujian pada hasil terjemahan Lin King, penerjemah Taiwan-Amerika. Terjemahan tersebut dinilai menambah lapisan baru pada buku yang berfokus pada gagasan komunikasi lintas bahasa.
Dalam kompetisi ini, Taiwan Travelogue berhasil mengalahkan lima finalis lainnya. International Booker Prize sendiri merupakan penghargaan bagi fiksi terjemahan dari seluruh dunia yang diterbitkan di Inggris atau Irlandia. Hadiah uang tunai sebesar 50.000 poundsterling atau sekitar 67.000 dolar AS dari kemenangan ini akan dibagi rata antara penulis dan penerjemah.