Sekda Semarang Ungkap Penyebab Kematian Harimau Putih Semarang Zoo

Share

Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto mengungkap penyebab kematian harimau putih koleksi Semarang Zoo yang telah mati sejak Maret lalu. Pernyataan tersebut disampaikan guna menjelaskan kondisi kesehatan satwa langka tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Senin, 27 Juli 2026.

Pengiriman harimau ke Medan dilakukan dalam kondisi yang mulanya masih baik. Langkah ini diambil untuk menghindari risiko kesehatan akibat perkawinan sedarah yang sudah terlalu sering terjadi pada populasi harimau di kebun binatang tersebut.

"Kejadian sudah Maret yang lalu itu. Sampai R Zoo Medan baik-baik saja. Sudah ada perjanjian kerja sama sesuai urutan administrasi, alasan internal harimau kita sudah banyak hasil dari kawin sedarah," kata Handi.

Handi menjelaskan bahwa harimau putih tersebut memiliki kelainan genetik akibat Inbreeding, sehingga memerlukan perbaikan keturunan dari luar.

"Yang dikirim ke Medan adalah cucu dari perkawinan sedarah, berwarna putih karena DNA-nya sudah menyimpang, perlu darah baru dari luar, sehingga sekarang harimau kita ada dua pasang untuk dicarikan jodoh yang tidak sedarah," kata Handi.

Berdasarkan pemeriksaan medis, ditemukan sejumlah kerusakan fatal pada organ dalam harimau. Masalah kesehatan ini meliputi perlukaan lambung, peradangan paru-paru, hingga pembengkakan pada jantung, hati, dan ginjal.

"Terjadinya pembengkakan pada organ jantung, hati, dan juga ginjal. Ditemukan kerusakan dan ptcie pada sebagian organ hati yang mengindikasikan kinerja organ yang sudah tidak maksimal," kata Handi.

Selain kerusakan organ, hasil pemeriksaan organ pencernaan juga menunjukkan bahwa harimau tersebut sudah tidak mengonsumsi makanan dalam jangka waktu yang cukup lama sebelum akhirnya mati.

"Kemudian saluran pencernaan kosong dan tidak dijumpai adanya sisa pakan, yang menandakan harimau sudah dalam waktu lama tidak makan," kata Handi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author