ETS Perbarui Sistem TOEFL iBT dan Turunkan Biaya Tes di Indonesia

Share

Educational Testing Service (ETS) resmi memperbarui sistem tes TOEFL iBT menjadi berbasis internet dari rumah serta menghapus muatan soal yang dinilai memiliki bias budaya. Informasi pembaruan sistem dan penyesuaian biaya ini disampaikan dalam acara TOEFL Experience Day di Hotel Ritz Carlton pada Kamis, 21 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Pihak penyelenggara mendesain ulang format ujian agar lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari dan menjamin kesetaraan bagi seluruh peserta global. Perubahan ini mencakup pemangkasan durasi tes menjadi 2 jam dan mempercepat keluarnya hasil skor dalam waktu 3 hari.

Direktur Manajemen Saluran Asia Tenggara di ETS, Chuong Nguyen menjelaskan bahwa materi ujian kini telah disesuaikan agar tidak menyudutkan peserta dari wilayah tertentu berdasarkan latar belakang budaya mereka.

"Tes ini bagi peserta di Indonesia dan di AS, misalnya. Kami sudah tak lagi memasukkan soal-soal yang berkaitan dengan Thanksgiving yang sangat familiar di Amerika namun di sini (Indonesia) tidak. Jadi tidak ada bias budaya," ujar Chuong Nguyen, Direktur Manajemen Saluran Asia Tenggara di Educational Testing Service (ETS).

Penerapan prinsip keadilan ini dibarengi dengan perubahan durasi teks pada Reading Section yang kini maksimal dibatasi sepanjang 200 kata. Langkah ini diambil guna menjaga keamanan akademik dan memastikan teks tetap ringkas.

"TOEFL iBT yang baru ini didesain untuk academic safety. Jadi kami menetapkan soal Reading akademik maksimal 200 kata," imbuh Nguyen.

Perubahan format juga menyasar pada bagian membaca harian atau Daily Life dengan panjang 150 kata. Nguyen menggambarkan struktur kalimat baru tersebut mengadopsi komunikasi langsung yang lebih pendek.

"Bagaimana Anda merespons murid-murid bila mereka bertanya? Singkat dan jelas, kan: 'I want you to sit down', 'I want you to stand up', 'I want you to exercise'. Pendek-pendek, kan," imbuh Nguyen.

Sistem baru ini dikembangkan sejak Januari 2025 melalui riset mendalam selama beberapa tahun terakhir. Struktur baru TOEFL iBT mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk pemetaan kemampuan personal peserta serta menggunakan skala skor baru 1-6 yang selaras dengan CEFR.

Executive Director Global Partnerships and Sales Management ETS, Sidnei De Souza memaparkan bahwa adopsi sistem baru ini langsung mendapatkan respons positif sejak pertama kali diimplementasikan.

"Kemudian kami implementasikan di Januari 2026 dan kami menerima tanggapan yang sangat luar biasa," tutur Sidnei.

Selain pembaruan sistem, ETS melakukan evaluasi harga global dan memberikan kebijakan penurunan biaya khusus untuk pasar Indonesia di tengah kenaikan tarif di ratusan negara lain.

"Sejak Oktober 2025, kami mengevaluasi harga tes TOEFL di seluruh dunia. Kami menaikkan harga tes TOEFL di 152 negara. Dan Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara yang kami kurangi harganya. Kami punya struktur biaya yang berbeda di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara dan Asia Selatan," ujar Sidnei.

Penurunan biaya tarif ini menempatkan harga tes di dalam negeri berada di bawah rata-rata biaya standar global yang biasanya mencapai USD 260 atau sekitar Rp4,5 juta.

"Jadi harga TOEFL iBT di Indonesia di bawah rata-rata dunia," timpal Sidnei.

Mengenai nominal pasti tarif di tingkat lokal, Indonesian International Education Foundation (IIEF) selaku operator resmi menjabarkan kisaran harga yang berlaku saat ini.

"Sekarang itu mungkin sekitar Rp3,1-Rp3,2 juta," jawab Diana Kartika, Executive Director, Indonesian International Education Foundation (IIEF).

Mayoritas pengguna tes TOEFL iBT di Indonesia merupakan mahasiswa pemburu beasiswa, di mana banyak lembaga penyedia dana seperti LPDP dan Beasiswa Indonesia Maju yang menanggung biaya sertifikasi tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Biaya Tes TOEFL ETS TOEFL iBT
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author