Pirelli Buka Suara Soal Biaya Produksi dan Harga Ban MotoGP
Biaya pembuatan ban motor spesifikasi MotoGP kerap memicu rasa penasaran di kalangan pencinta balap. Komponen krusial dalam ajang Grand Prix tersebut memiliki nilai produksi yang terbilang istimewa. Motorcycle Racing Director Pirelli, Giorgio Barbier, memberikan gambaran mengenai besaran nilai ban balap tersebut.
Dilansir dari Detik Oto, ia menyebutkan ban belakang balap Diablo Superbike dijual sekitar 300 euro atau setara Rp 6,1 juta. Pabrikan asal Italia itu memproduksi ban Diablo Superbike menggunakan fasilitas dan mesin pabrik yang sama dengan pembuatan ban MotoGP. Walau bahan baku dan prosesnya berbeda akibat regulasi ekstrem di MotoGP, biaya produksi industri keduanya tidak terpaut jauh dari angka Rp 6,1 juta tersebut.
Penggunaan ban MotoGP diatur secara eksklusif oleh regulasi kejuaraan. Kondisi ini membuat ban balap prototipe tersebut tidak dijual bebas kepada publik maupun dapat dibeli tim untuk sesi pengujian privat di luar jadwal resmi.
Setiap pabrikan peserta hanya memegang alokasi ban pengembangan dalam jumlah terbatas. Pembagian jatah tersebut disesuaikan dengan aturan sistem konsesi demi menjaga persaingan yang adil bagi seluruh kontestan. Mulai musim 2027, Pirelli resmi menjadi pemasok ban tunggal untuk kelas MotoGP seiring diberlakukannya regulasi mesin baru 850 cc. Kehadiran ini melengkapi peran mereka yang sebelumnya telah memasok ban WorldSBK sejak 2004, serta kelas Moto2 dan Moto3.
Mekanisme kerja sama produsen ban di ajang MotoGP memiliki skema khusus. Pihak produsen membayar nilai kontrak kepada promotor untuk mendapatkan hak pasok eksklusif, bukan sebaliknya. Perjanjian finansial di balik kerja sama tersebut mencakup alokasi biaya produksi, kebutuhan logistik, personel teknis di lapangan, hingga layanan pendukung selama satu musim. Sebagian dari keseluruhan biaya itu kemudian dibagi bersama pihak promotor.
Sistem distribusi ban kepada kontestan juga memiliki perbedaan antar ajang balap. Tim-tim di kelas MotoGP memperoleh jatah pasokan ban tanpa dipungut biaya, sedangkan tim yang bersaing di WorldSBK, Moto2, dan Moto3 diharuskan membeli ban yang digunakan.