KBS Klarifikasi Foto Viral Satwa Kurus Merupakan Dokumentasi Lama
Manajemen Perusahaan Umum Daerah Kebun Binatang Surabaya menegaskan bahwa foto-foto satwa bertubuh kurus dan sakit yang kembali beredar luas di media sosial merupakan dokumentasi lama sebelum tata kelola KBS ditangani Perumda.
Sorotan publik kembali tertuju pada pengelolaan satwa di lembaga konservasi tersebut menyusul kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan KBS periode 2016-2024 yang merugikan negara Rp 10,2 miliar dan menjerat mantan Direktur Utama Choirul Anwar, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Senin (27/7/2026).
Penyidikan yang tengah diproses Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terkait dugaan penyimpangan dana pakan satwa memicu diunggahnya kembali foto lama harimau Sumatera bernama Melani yang sempat kritis pada 2013.
Keeper harimau Sumatera KBS, Sumartono, menerangkan bahwa perawatan harimau berfokus pada pemeliharaan berat badan dan postur tubuh yang seimbang agar tidak terlalu gemuk maupun terlalu kurus.
"Yang paling penting justru menjaga posturnya. Harimau tidak boleh terlalu gemuk, tapi juga tidak boleh terlalu kurus," ujar Sumartono, Keeper Harimau Sumatera Kebun Binatang Surabaya.
Jumlah pakan berupa daging sapi, ayam, serta kepala ayam diberikan sesuai berat badan dan tingkat aktivitas harian setiap satwa. Penetapan porsi pakan tersebut harus dievaluasi berkala bersama kepala bagian, dokter hewan, dan ahli nutrisi.
Direktur Operasional dan Umum Perumda KBS, Nurika Widyasanti, memberikan rincian bahwa foto viral lain melingkupi orang utan Bety yang mati akibat penyakit paru-paru pada 2013, beruang grizzly Beno yang mengidap tumor kulit pada 2010, serta gajah Dumbo yang mati pada 2021.
"Jadi kalau untuk satwa-satwa yang saya lihat di gambar sebelumnya, seperti Melani, Bety, Beno atau siapa lagi ya ada beberapa satwa yang gambar itu merupakan gambar lama. Dan merupakan satwa kurang lebih di saat itu belum dalam pengelolaan Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya," kata Nurika Widyasanti, Direktur Operasional dan Umum Perumda KBS.
Nurika menekankan bahwa dokumentasi yang beredar tersebut berasal dari era 2000-an dan bukan menggambarkan kondisi koleksi satwa KBS saat ini.
"Jadi sudah di era 2000-an itu. Jadi itu adalah gambar yang di-upload kembali dan bukan satwa atau koleksi satwa kami saat ini," ujar Nurika Widyasanti, Direktur Operasional dan Umum Perumda KBS.
Manajemen KBS mencatat hanya ada satu kematian satwa selama rentang waktu 2016 hingga 2024, yakni gajah Dumbo pada 2021 yang disebabkan oleh dugaan infeksi elephant herpesvirus.
"Adapun terjadinya satwa mati itu pastinya sesuatu hal kematian yang normal, bukan menjadi suatu kematian yang dikarenakan kelalaian dan lain sebagainya," kata Nurika Widyasanti, Direktur Operasional dan Umum Perumda KBS.