Polisi Amankan 15 Orang Terkait Bentrokan Warga di Menteng

Share

Polres Metro Jakarta Pusat mengamankan sekitar 15 orang pascabentrokan antarkelompok warga di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7/2026). Insiden kekerasan yang melibatkan warga dan sekelompok orang tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka.

Satu korban dipastikan meninggal dunia setelah sempat dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Sementara itu, satu korban lain dilaporkan masih berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama.

Pihak kepolisian langsung melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah orang yang diamankan untuk mendalami asal-muasal peristiwa. Pengamanan para terduga pelaku disesuaikan dengan klasterisasi rangkaian peristiwa yang terjadi di lapangan.

"Iya benar. Informasi terbaru dari dua orang korban dalam kondisi kritis saat dibawa, namun ketika di rumah sakit ada satu yang sudah meninggal," kata Roby di Jakarta, pada Minggu (27/7/2026), dikutip Antara News.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan bahwa korban lain masih dirawat intensif. Pihak penyidik kini tengah mendalami identitas serta status legalitas keberadaan kelompok warga yang menempati lahan kosong di lokasi kejadian.

"Yang kita tahu mereka tinggal di sini, menempati lokasi itu. Namun untuk legalitas ataupun status mereka di tempat ini masih dalam proses pendalaman," kata Roby.

Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan puing bangunan, kendaraan terbakar, serta batu berlumuran darah. Meski demikian, AKBP Roby menyebutkan bahwa petugas belum menemukan adanya senjata tajam yang digunakan oleh kedua kelompok selama bentrokan berlangsung.

"Untuk saat ini kita belum menemukan ada senjata tajam yang digunakan atau yang kita temukan di lokasi," ujarnya.

Kepala Polisi Sektor Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, memaparkan bahwa perselisihan bermula sekitar pukul 10.00 WIB akibat sengketa lahan kosong. Cekcok kemudian meluas setelah terjadi perusakan gerobak penjual nasi uduk oleh salah satu kelompok yang tidak terlayani dengan baik saat membeli sarapan.

"Sekitar pukul 10 pagi tadi terjadi perselisihan antara pihak warga dan pihak oknum-oknum yang kebetulan menempati lahan kosong," kata Braiel di Jakarta pada Minggu.

AKBP Braiel juga membantah kabar bohong di media sosial yang menyebutkan adanya perusakan rumah ibadah dalam bentrokan tersebut. Pihak Polsek Menteng telah berkoordinasi langsung dengan tokoh agama setempat untuk memastikan situasi tetap kondusif dan mencegah provokasi.

"Tidak ada kejadian bahwa salah satu pihak merusak rumah ibadah. Kami sudah bersama Bapak Ustadz mengonfirmasi dan mengklarifikasi bahwa tidak ada perusakan terhadap rumah ibadah agar warga tidak terprovokasi dengan isu-isu liar," kata Braiel.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold EP Hutagalung menyampaikan bahwa tiga orang berinisial S, T, dan U telah ditangkap terlebih dahulu di Polsek Menteng. Polisi juga membedakan penanganan 15 orang yang diamankan berdasarkan klaster peristiwa di kawasan Matraman dan Jalan Tambak.

"Kami telah mengamankan tiga orang warga yang diduga terlibat, yaitu saudara S, saudara T, dan saudara U yang saat ini sudah diamankan di Polsek Menteng. Dilakukan pemeriksaan secara intensif untuk mengetahui asal-muasal peristiwa tersebut," kata Reynold di Jakarta, Minggu.

Penyidik Polres Metro Jakarta Pusat terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi maupun korban luka. Fokus penyelidikan diarahkan pada dugaan perusakan fasilitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta tindakan penganiayaan fisik secara bersama-sama.

"Kalau untuk peristiwa itu secara keseluruhan kami melakukan pengamanan pemeriksaan secara intensif itu sejumlah kurang lebih 15 orang. Namun untuk klastering dalam peristiwa-peristiwa, kami beda-bedakan," ujarnya.

Kombes Pol. Reynold menegaskan bahwa proses hukum akan ditegakkan secara objektif berdasarkan alat bukti yang dikumpulkan di lapangan. Setiap pihak yang terbukti melanggar hukum akan diminta pertanggungjawabannya secara pidana.

"Mana korban ataupun yang patut diduga sebagai pelaku, tentunya itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar Reynold.

Bentrokan susulan di Jalan Tambak Nomor 85 mengakibatkan satu bangunan semi permanen dan empat sepeda motor hangus terbakar. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan personel gabungan langsung dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi pascabentrokan.

"Langkah cepat dilakukan untuk mengendalikan situasi, memberikan rasa aman kepada warga, sekaligus mengusut penyebab keributan," kata dia dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Untuk mengantisipasi keributan susulan, personel gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat, Kodim 0501/Jakarta Pusat, serta BKO Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya disiagakan di lokasi. Petugas dilaporkan terus menggelar patroli rutin guna memantau perkembangan situasi ketertiban umum di kawasan tersebut.

"Hari ini kami dari Polres Jakarta Pusat, Kodim 0501 dan Polsek Menteng dibantu BKO penuh dari jajaran Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya melakukan pengamanan untuk menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Jalan Tambak, Menteng," kata Reynold.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author