Harga Saham BBRI Melemah ke Rp2.930 pada Perdagangan 27 Juli 2026

Share

Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengalami penurunan sebesar 30 poin atau 1,01 persen ke posisi Rp2.930 per lembar pada pembukaan sesi pertama perdagangan Senin, 27 Juli 2026. Pelemahan ini terjadi seiring dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga terkoreksi di zona merah pada pagi hari.

Sebelumnya, saham bank BUMN ini ditutup pada level Rp2.960 per lembar pada perdagangan pekan lalu. Berdasarkan laporan Fortune Indonesia, saat ini total nilai kapitalisasi pasar (market cap) BBRI tercatat mencapai Rp444 triliun.

Meskipun sedang mengalami pergerakan harga yang fluktuatif, perbankan pelat merah ini terus menarik perhatian berbagai institusi keuangan global. Laporan Bloomberg Technoz mencatat bahwa pada bulan Juli, sejumlah investor asing seperti Dimensional Fund Advisors LP. dan Goldman Sachs Group Inc. melangsungkan aksi beli saham BBRI. Dimensional Fund Advisors mencatatkan net buy 1,21 juta saham sehingga total kepemilikannya mencapai 295 juta saham, sementara Goldman Sachs membeli 206 ribu saham hingga total portofolionya menjadi 86,9 juta saham.

Langkah akumulasi tersebut dilakukan setelah valuasi saham perbankan BUMN ini dinilai relatif murah. Berdasarkan data Bloomberg, saham BBRI berada pada valuasi Price to Book Value (PBV) 1,31 kali dan Price to Earnings Ratio (PER) 7,6 kali saat berada di level Rp2.950 per lembar pada Jumat, 24 Juli 2026.

Analisis dari CLSA Sekuritas turut mengonfirmasi posisi harga saham yang terbilang rendah secara historis. Pihak sekuritas memaparkan bahwa saham BBRI diperdagangkan pada level 1,4 kali PB 2026CL, berada di bawah garis minus satu standar deviasi 1,78 kali dan di bawah rata-rata jangka panjang 2,12 kali.

"Saham BBRI saat ini diperdagangkan pada 1,4x PB 2026CL, di bawah garis minus satu standar deviasi (1,78x) dan jauh di bawah rata-rata jangka panjang 2,12x," analisis CLSA Sekuritas.

Lembaga keuangan JPMorgan juga melakukan penyesuaian terhadap pandangan investasi mereka. Melalui riset bertajuk Micro trumps macro; tactical upgrade to OW pada 19 Juli 2026, JPMorgan menaikkan peringkat saham BBRI dua tingkat sekaligus dari Underweight menjadi Overweight, serta mengerek target harga 12 bulan ke depan menjadi Rp3.400 per lembar.

"Micro trumps macro; tactical upgrade to OW," analisis JPMorgan.

JPMorgan mencatat perbaikan kualitas aset di portofolio kredit mikro sebagai pendorong utama perubahan rekomendasi tersebut. Langkah efisiensi BBRI terlihat dari penurunan beban kerja petugas kredit (mantri) dari sekitar 528 debitur pada 2022 menjadi 456 debitur, dengan target bertahap menuju 400 debitur untuk mengoptimalkan penagihan dan monitoring.

Secara umum, konsensus 36 analis yang dihimpun Bloomberg memproyeksikan target harga rata-rata saham BBRI dapat mencapai Rp3.750 dalam 12 bulan ke depan, dengan 27 analis memberikan rekomendasi beli. Target harga tertinggi diberikan oleh Verdhana Sekuritas sebesar Rp4.500 per lembar, diikuti Autonomous Research sebesar Rp4.000 per lembar.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author