Konflik Iran Israel Tekan IHSG Usai Kospi Anjlok 8 Persen

Share

Eskalasi konflik militer antara Iran dan Israel memicu aksi jual massal yang menekan pasar saham kawasan Asia pada 8 Juni 2026. Tekanan eksternal ini berdampak langsung pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG di Indonesia.

Pelemahan tajam terjadi setelah indeks Kospi Korea Selatan anjlok hingga 8 persen dalam satu hari perdagangan. Anjloknya Kospi menjadi salah satu penurunan terparah di kawasan Asia, setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor tertinggi pada 6 Mei 2026.

Data CNBC Indonesia menunjukkan mayoritas bursa saham Asia kompak dibuka di zona merah akibat guncangan geopolitik tersebut. Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah mengubah sentimen pasar global secara mendadak dan meningkatkan risiko sistemik di pasar keuangan regional.

Anjloknya bursa kawasan berpotensi memperburuk arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Penurunan kepercayaan investor terhadap aset berisiko memicu penurunan nilai portofolio ritel maupun institusi di Indonesia yang memiliki paparan pada aset regional.

Menghadapi volatilitas pasar yang ekstrem ini, penguatan mekanisme lindung nilai atau hedging serta diversifikasi portofolio berbasis data real-time menjadi langkah krusial bagi investor nasional untuk menekan potensi kerugian.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author