Rupiah Melemah ke Rp17.972 per USD Pada 27 Juli 2026

Share

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tertekan ke level Rp17.972 per USD pada pembukaan perdagangan Senin pagi, 27 Juli 2026. Pelemahan mata uang Garuda ini dipicu oleh tingginya ketidakpastian kondisi ekonomi global.

Data Bloomberg mencatat rupiah turun sembilan poin atau 0,05 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.963 per USD. Sementara data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di level Rp17.968 per USD, sedikit menguat dari pembukaan Jumat, 24 Juli lalu sebesar Rp17.935.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan mata uang domestik bergerak di rentang Rp17.880 hingga Rp18.250 sepanjang pekan ini. Tekanan terjadi akibat kebijakan tarif impor baru Presiden AS Donald Trump sebesar 10 hingga 12,5 persen bagi 60 negara mitra dagang, termasuk Indonesia, serta memanasnya konflik Timur Tengah.

"Eskalasi yang diperbarui membantu menaikkan harga minyak, sementara data pasar tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan menambah kekhawatir ketakutan bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan sikap kebijakan yang restriktif," ujar Ibrahim Assuaibi, Analis Pasar Uang.

Kondisi pasar keuangan domestik juga dibayangi pembengkakan kebutuhan dolar AS untuk menutup defisit impor energi yang melampaui 1,5 juta barel per hari. Masalah ini memperlemah ketahanan eksternal dan berisiko mengganggu kinerja ekonomi nasional pada kuartal III-2026.

"Kenaikan akibat konflik di Timur Tengah berpotensi menekan kinerja eksternal Indonesia, mulai dari melebarnya defisit neraca transaksi berjalan hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah pada kuartal III 2026," jelas Ibrahim Assuaibi, Analis Pasar Uang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author