Bursa Korea Selatan Turun Setelah Saham Chip Melemah Jelang Laporan Keuangan

Share

Bursa saham Korea Selatan berbalik melemah pada perdagangan Senin (27/7/2026) setelah saham produsen chip kehilangan momentum menjelang rilis laporan keuangan kuartal II. Indeks acuan KOSPI turun 50,65 poin atau 0,76% ke level 6.639,97 setelah sempat menguat 1,7% pada awal perdagangan.

Saham Samsung Electronics turun 0,20%, dan SK Hynix melemah 0,97%, menghapus kenaikan yang sempat terjadi pada sesi awal perdagangan. Kekhawatiran investor meningkat terkait besarnya belanja modal untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI), yang menjadi perhatian menjelang musim laporan keuangan perusahaan teknologi global.

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih saham senilai 1,5 triliun won atau sekitar US$ 1,02 miliar, memberikan tekanan tambahan pada pergerakan indeks.

Pemerintah Korea Selatan pada Sabtu (25/7) mengumumkan inisiatif baru senilai US$ 950 miliar untuk pengembangan AI yang melibatkan Samsung Electronics, SK Group, dan sejumlah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat. Program ini bertujuan mempercepat pengembangan infrastruktur AI sekaligus mengatasi kekurangan chip berkecepatan tinggi yang dibutuhkan untuk sistem AI generasi terbaru.

Saham perusahaan e-commerce Naver melonjak 8,67% setelah produsen chip asal Amerika Serikat Nvidia mengakuisisi saham perusahaan senilai US$ 1 miliar sebagai bagian dari kemitraan investasi untuk membangun pusat data baru.

Di sektor lain, saham produsen baterai LG Energy Solution naik 0,30%. Namun, saham Hyundai Motor turun 0,37% dan Kia Corp melemah 1,15%. Sementara itu, saham produsen baja POSCO Holdings menguat 1,60%, dan perusahaan bioteknologi Samsung BioLogics naik 1,78%.

Dari total 915 saham yang diperdagangkan di Bursa Korea, sebanyak 504 saham menguat dan 368 saham melemah. Di pasar valuta asing, won Korea melemah 0,44% ke level 1.465 won per dolar AS.

Di pasar obligasi, kontrak berjangka obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun untuk pengiriman September naik 0,21 poin menjadi 102,81. Imbal hasil obligasi tenor tiga tahun turun 7,4 basis poin menjadi 3,889%, sedangkan yield obligasi tenor 10 tahun turun 8,6 basis poin menjadi 4,368%.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author