Rupiah Melemah ke Rp 17969 per Dolar AS pada 27 Juli 2026

Share

Nilai tukar rupiah tertekan hingga menyentuh level Rp 17.969 per dolar AS pada pembukaan perdagangan di pasar spot exchange pada Senin, 27 Juli 2026 pagi. Menurut data Bloomberg pukul 09.05 WIB, mata uang Garuda mengalami penurunan sebesar 6 poin atau 0,03 persen. Pelemahan ini terjadi menyusul kabar pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Kondisi perdagangan di pasar spot tersebut berdampak langsung pada penyesuaian kurs jual beli dolar AS di sejumlah bank papan atas Indonesia pada hari yang sama. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat harga beli dolar AS sebesar Rp 17.971 dan harga jual Rp 17.991 pada layanan e-rate pukul 09.26 WIB. Sementara itu, BCA menetapkan kurs TT counter dan bank notes pada level Rp 17.795 untuk beli serta Rp 18.070 untuk jual, dengan harga beli bank notes sebesar Rp 17.975.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk turut menyesuaikan patokan nilai tukar mata uang Paman Sam tersebut. Bank Mandiri menetapkan special rate dengan harga beli Rp 17.965 dan harga jual Rp 17.995 per dolar AS. Pada transaksi TT Counter maupun bank notes, Bank Mandiri mematok tarif yang seragam, yakni harga beli Rp 17.750 dan harga jual Rp 18.050 per dolar AS.

Pergerakan serupa terlihat pada perbankan BUMN lainnya. PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada pukul 09.28 WIB mematok harga beli dolar AS sebesar Rp 17.877 dan harga jual Rp 18.039. Adapun PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) pada pukul 09.20 WIB menetapkan special rates sebesar Rp 17.957 untuk beli dan Rp 17.987 untuk jual, sedangkan tarif TT counter serta bank notes BNI berada di angka Rp 17.750 untuk beli dan Rp 18.050 untuk jual.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author