KSPSI Desak Kepolisian Usut Pengeroyokan Pria di Tabanan
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus pengeroyokan pria berinisial KD hingga tewas di Tabanan, Bali, pada akhir Juli 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Aksi main hakim sendiri tersebut terjadi setelah korban dituduh melakukan pencurian ayam. Kasus ini juga mendapat perhatian publik usai video anak korban yang menangisi jenazah ayahnya viral di media sosial.
Atas peristiwa tragis itu, Andi Gani mendorong aparat kepolisian bergerak cepat menangani proses hukum para pelaku demi mencegah dampak keributan yang lebih luas.
"Meminta Kapolres Tabanan dan jajarannya untuk segera menuntaskan masalah hukum ini dan bertindak cepat," kata Andi Gani, Presiden KSPSI.
Pihak KSPSI juga telah menerjunkan tim untuk menemui keluarga korban yang ditinggalkan. Langkah ini dilakukan guna menyalurkan bantuan biaya pendidikan bagi anak korban yang masih menduduki tempat tidur persekolahan.
"Tindakan pencurian merupakan pelanggaran hukum, tetapi pengeroyokan terduga pencuri hingga tewas tersebut juga tidak dapat dibenarkan secara hukum. Kami meminta aparat Polri dapat mencegah aksi balas dendam agar masalah ini tidak menjadi berkepanjangan," jelas Andi Gani, Presiden KSPSI.
Sementara itu, Perbekel Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, I Made Sutama, mengonfirmasi bahwa almarhum KD meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Dua anak korban saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA dan SD.
"Anaknya ada tiga. Yang paling besar sudah menikah, yang nomor dua baru kelas 1 SMA, dan yang paling kecil masih kelas 1 SD. Kemarin saya yang menjemput jenazahnya. Saat tiba di rumah, melihat anaknya menangis tersedu-sedu, saya benar-benar sedih," ungkap Sutama, Perbekel Desa Sidetapa.
Meski mengikhlaskan kepergian korban sebagai musibah, pihak keluarga dan pemerintah desa menyerahkan seluruh penanganan perkara pidana ini kepada pihak kepolisian.
"Kalau memang bersalah, laporkan ke pihak berwajib. Jangan melakukan main hakim sendiri sampai menghilangkan nyawa orang hanya gara-gara mencuri ayam," tegas Sutama, Perbekel Desa Sidetapa.