Sejumlah Selebritas Kecam Aksi Main Hakim Sendiri Pria di Buleleng
Aksi main hakim sendiri yang menewaskan seorang pria terduga pencuri ayam di Buleleng, Bali, memicu kecaman luas usai rekaman tangisan histeris putri korban viral di media sosial, sebagaimana dilansir dari Detik Hot.
Peristiwa tragis tersebut menjadi sorotan setelah video memperlihatkan seorang anak perempuan berteriak memanggil ayahnya yang telah meninggal dunia di tengah kerumunan massa.
Public figure Aldi Taher menyampaikan rasa duka sekaligus kekecewaannya atas tindakan main hakim sendiri yang merenggut nyawa seseorang tersebut.
"Tolong dong, tolong jangan main hakim sendiri. Kalian nyesel kan? Ada anak kehilangan ayahnya," ucap Aldi Taher.
Ia menekankan bahwa Indonesia merupakan negara hukum yang memiliki prosedur penanganan dugaan tindak pidana tanpa perlu kekerasan.
"Jangan saling menyakiti. Astagfirullah, jangan main hakim sendiri, jangan main hakim sendiri kalau memang terbukti mencuri ada hukum di negara ini. Jangan main hakim sendiri nanti kalian akan mempertanggungjawabkan perbuatan kalian di akhirat," sambungnya.
Aldi Taher juga mendoakan perlindungan bagi anak korban yang ditinggalkan.
"Ya Allah sadis banget, lindungi anak itu, bahagiakan anak itu sayangi anak itu dunia maupun akhirat. Please jangan main hakim sendiri, jangan kekerasan. Tuhan saja maha pemaaf kenapa kalian menyakiti? Kita nggak punya hak menyakiti, yang punya hak jadi hakim hanya Tuhan," pesan Aldi Taher.
Musisi Denny Caknan turut menyampaikan keprihatinannya atas tragedi kemanusiaan yang menimpa anak perempuan korban di lokasi kejadian.
"Mencuri itu memang nggak bisa dibenarkan. Cuma mau ngomong ngerasain apa yang dirasakan sebagai manusia biasa. Nggak ada orang yang luput dari kesalahan dalam hidup, tidak ada orang yang benar-benar bersih tanpa cela. 'Sedih, cemas, dan bingung bercampur jadi satu'. Hati-hati ya, aku ya tahu merasakan yang nggak enak, tapi hatiku gemetar saat melihat beritanya," tulis Denny Caknan.
Aktivis kemanusiaan Melanie Subono menyuarakan kritik mendalam terkait insidentil pencurian makanan yang berujung aksi pengeroyokan fatal.
"Selamat hari anak. Tahun lalu adik Yohannes, tahun ini dia," tulisnya.
Ia menyoroti ketimpangan sosial dan penegakan hukum dalam merespons aksi pengeroyokan massa ini.
"Itu ga dosa?? bedanya sama yang kalian suka tuduh korup membunuh mencuri dll ap? btw Tolong baca terutama Ujung caption ini. Taun lalu anak sd gantung diri, tahun ini anak kecil lihat jenazah ayahnya karna mencuri MAKANAN. salah, yang mengeroyok SALAH dan harus di proses. Tapi entah kenapa belakangan. gw merasa semua makin ga baik.
"Mencuri" makin makin untuk hal keseharian. Bukan emas. Tapi makanan," tulis Melanie.
Melanie juga menyampaikan keprihatinannya terhadap gaya hidup pejabat publik di tengah kesulitan ekonomi rakyat.
"FLEXING pejabat dmana mana tanpa malu, PROYEK MERCUSUAR yang makin mengada . ASBUN yang KEDENGERAN di kami …. KIPAS 1 T , HARUS tanpa tawar bikin koprasi DENGAN TRUK dan ina inu nya.
Rakyst baru sadar disaat dia ga bs makan, "tabungan pajak" mereka jadi EMAS 74 KILO dirumah orang lain !!!! NEGARA GAGAL HADIR," protesnya.
Ia menegaskan kesiapannya untuk berdialog dengan pihak terkait guna membahas penanganan masalah sosial secara langsung.
"Salah. Membunuh mengeroyok dll itu SALAH. Bukannya ini saatnya kalian turun , ngemong seperti BAPAK yang anaknya lagi berantakan?
Atau nunggu hari anak lainnya? Atau info2 itu dihalangi oleh orang yang ga jelas fungsi nya di sekitar sana? Saya mau pak… duduk dan saya ngobrol .
Walaupun saya tidak sepakat tapi saya mau duduk 4 mata Dahlah," tutupnya.
Sementara itu, presenter Marshel Widianto menyayangkan emosi massa yang mendahului proses hukum formal hingga merenggut nyawa seorang ayah.
"Bapak….. Bapak….. Bapak.
Ketika dugaan mendahului kebenaran, dan amarah menutup pintu nurani. Ketika harga seekor ayam lebih tinggi dari satu nyawa manusia? Masih 'diduga', tapi vonis jalanan sudah terlanjur merenggut paksa napas seorang ayah," tulis Marshel Widianto.
Ia berharap tragedy kemanusiaan ini tidak pernah terulang kembali di masa mendatang.
"Nyawa yang hilang tak akan pernah bisa dikembalikan. TOLONG, jangan SAMPAI biarkan emosi membuat kita lupa caranya menjadi manusia. Tolong jangan sampai terulang lagi kejadian seperti ini. Karena Ayah adalah cinta pertama anak perempuan nya semoga ini tidak akan terjadi lagi," tutupnya.