Mengenal Beragam Metode Kontrasepsi Unik dari China Kuno

Share

Pencegahan kehamilan telah dikenal sejak zaman kuno, termasuk di masyarakat China kuno yang menggunakan beragam metode kontrasepsi unik.

Masyarakat perempuan pada masa itu memanfaatkan ramuan herbal, bahan alami, dan metode fisik untuk mengendalikan kesuburan, meskipun tidak semua cara tersebut terbukti efektif atau aman menurut standar medis modern.

Salah satu catatan awal menyebutkan penggunaan tanaman Gurong, yang menurut naskah Classic of Mountains and Seas dipercaya dapat mencegah kehamilan. Namun, klaim ini belum didukung oleh penelitian ilmiah.

Selain itu, masyarakat China kuno juga diduga memakai gelembung renang ikan yang dikeringkan sebagai kondom primitif. Temuan arkeologi di makam Marquis Yi of Zeng mendukung penggunaan benda berbentuk tabung ini sebagai alat kontrasepsi, meskipun efektivitas dan kebersihannya masih dipertanyakan.

Metode lain yang tercatat adalah penggunaan campuran musk dan tanduk rusa yang dioleskan pada pusar. Ramuan ini dipercaya tidak hanya mempercantik kulit tetapi juga mencegah kehamilan, walau belum ada bukti ilmiah yang menguatkan klaim tersebut.

Selanjutnya, pada masa Dinasti Tang hingga Song, sebagian perempuan menelan ramuan mengandung merkuri sebagai kontrasepsi. Metode ini sangat berbahaya karena merkuri adalah logam berat yang dapat merusak otak, ginjal, sistem saraf, dan organ reproduksi.

Di sisi lain, minyak biji kapas yang digunakan pada Dinasti Qing mempunyai dasar ilmiah karena mengandung senyawa gossypol yang menurunkan produksi sperma. Namun, efek sampingnya cukup serius sehingga tidak dijadikan metode kontrasepsi modern.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa kontrasepsi modern yang telah melalui uji klinis lebih aman dan efektif. Penggunaan bahan beracun atau metode tradisional yang belum terbukti dapat membahayakan kesehatan dan menyebabkan komplikasi serius.

Berbagai pilihan kontrasepsi modern seperti kondom, pil KB, suntik, implan, IUD, vasektomi, dan tubektomi kini tersedia dan harus dipilih sesuai kondisi kesehatan serta kebutuhan reproduksi setelah konsultasi dengan tenaga medis.

Informasi ini dikutip dari HaiBunda yang mengulas sejarah dan risiko kontrasepsi tradisional di China kuno secara detail dan objektif.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author