Polisi Hentikan Kasus Dugaan Hubungan Asmara Kim Soo Hyun dan Kim Sae Ron
Aparat kepolisian dari Kantor Polisi Gangnam Seoul menghentikan penyelidikan terkait tuduhan hubungan asmara yang menyeret aktor Kim Soo Hyun dan aktris Kim Sae Ron. Kasus ini ditutup setelah pihak berwenang menemukan bahwa bukti-bukti yang diajukan tidak valid.
Seperti dilansir dari Detikcom melalui laporan Korea JoongAng Daily pada Jumat (22/5/2026), tuduhan yang disebarkan oleh YouTuber dari kanal Hoverlab, Kim Se Ui, terbukti keliru. Seluruh bukti yang diserahkan diketahui merupakan hasil manipulasi teknologi kecerdasan buatan atau AI.
Terkait perkembangan tersebut, Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul telah menerbitkan surat perintah penangkapan untuk Kim Se Ui pada Rabu (20/5). Surat perintah penangkapan tersebut memuat perincian mengenai kepalsuan bukti-bukti yang digunakan.
Pihak berwajib menjelaskan bahwa data digital berupa tangkapan layar aplikasi obrolan KakaoTalk serta berkas audio yang disebarkan oleh Kim Se Ui adalah palsu. Dokumen tersebut sengaja direkayasa agar terlihat seperti komunikasi riil antara Kim Soo Hyun dan Kim Sae Ron.
Penyelidikan mengungkap bahwa arsip percakapan tersebut sepenuhnya merupakan produk manipulasi AI. Selain menyebarkan berita bohong, Kim Se Ui diketahui memanfaatkan konten tersebut demi mendulang keuntungan pribadi.
"Tersangka menyebarkan informasi palsu dengan maksud untuk mencemarkan nama baik Kim Soo Hyun, meskipun sepenuhnya menyadari bahwa dia tidak pernah menjalin hubungan dengan almarhumah sejak dia masih di bawah umur," tulis polisi dalam surat tersebut.
Dua Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka
Status hukum Kim Se Ui kini telah resmi naik menjadi tersangka. Langkah hukum kepolisian tidak berhenti di situ, karena penegak hukum juga menetapkan kuasa hukum dari pihak keluarga Kim Sae Ron sebagai tersangka baru.
Berdasarkan rilis resmi kepolisian, sang pengacara diduga terlibat aktif dalam menyediakan materi mentah kepada Kim Se Ui. Tindakan tersebut dinilai memperluas sebaran informasi sesat di tengah masyarakat.
"(Mereka) melakukan kejahatan secara terorganisir dan terencana," tegas polisi.
Di sisi lain, Kim Se Ui menyatakan keberatan dan menolak surat perintah penangkapan yang ditujukan kepadanya. Ia berdalih bahwa langkah hukum ini merupakan upaya pembungkaman terhadap rencana investigasi yang sedang ia susun.
Kim Se Ui mengklaim tengah mempersiapkan perilisan laporan mendalam mengenai dugaan tindak kejahatan seksual seorang politisi yang terjadi di Vietnam. Menurut argumennya, kedatangan surat penangkapan dari kepolisian sengaja dilakukan untuk menghambat proses pelaporan kasus tersebut.