Binus University Perluas Program Pembelajaran AI ke Empat Kampus Daerah
Tingginya permintaan tenaga kerja spesialis akibat masifnya penggunaan kecerdasan buatan di berbagai industri mendorong lembaga pendidikan tinggi untuk bertindak. Perguruan tinggi kini dituntut mencetak talenta yang sanggup menciptakan serta mengembangkan solusi AI secara mandiri, bukan sekadar menggunakan perangkatnya.
Kebutuhan transformasi digital tersebut kini dijadikan sebagai fokus utama oleh Binus University, seperti dilansir dari Detik iNET. Dekan School of Computer Science Binus University, Prof. Dr.
Ir. Derwin Suhartono, menilai masyarakat modern memerlukan keahlian yang jauh melebihi kemampuan teknis dasar.
"AI bukan lagi teknologi masa depan. AI adalah bagian dari kehidupan kita. Oleh karena itu, yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan menggunakan perangkat dasar AI, tetapi kemampuan memahami, mengevaluasi, dan mengembangkan solusi berbasis AI secara bertanggung jawab," jelas Derwin.
Guna melahirkan pengembang dan kreator andal, program AI di Binus dirancang dengan fondasi praktis yang kokoh. Pendalaman materi pembelajaran mencakup spektrum teknologi tingkat lanjut yang menjadi pilar industri modern, seperti Machine Learning & Deep Learning, Natural Language Processing (NLP), Computer Vision, serta Internet of Things (IoT) & Robotics.
Integrasi kurikulum ini diharapkan dapat mengasah daya analitis mahasiswa agar adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mampu berinovasi demi mewujudkan masyarakat yang lebih cerdas.
Demi meratakan akses pendidikan kecerdasan buatan ini, Binus University secara resmi memperluas program unggulan tersebut ke berbagai kota. Keberhasilan penerapan program AI di kampus Kemanggisan dan Alam Sutera bakal dilanjutkan ke empat lokasi lain, yakni Binus @Bekasi, Binus @Bandung, Binus @Semarang, serta Binus @Malang.
Di samping itu, program Computer Science di kampus Binus @Medan turut memperkuat fokus pembelajarannya pada peminatan khusus AI.
Rektor Binus University, Dr. Nelly, menegaskan bahwa langkah ekspansi ini merupakan perwujudan visi perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat melalui pemerataan pendidikan teknologi.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa di mana pun mereka berada, mendapatkan kesempatan yang sama untuk menguasai teknologi masa depan, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan yang memberdayakan masyarakat melalui inovasi," ungkap Nelly.
Rincian teknis beserta agenda peresmian mendatang untuk tiap-tiap kampus akan segera disampaikan oleh pihak universitas kepada publik dan seluruh komunitas akademik.